Bola.net - Tim Teknis UEFA di Euro 2012 telah merilis nama-nama dari pemain yang masuk dalam dream team Euro 2012. Selain merilis dream team resmi, UEFA juga sudah memilih Andres Iniesta sebagai pemain terbaik di Euro kali ini.
Tim juara Spanyol mengirim wakil paling banyak dalam daftar 23 pemain idaman di Euro Polandia-Ukraina dengan 10 pemain. Iniesta ditemani oleh Casillas, Pique, Ramos, Alba, Xavi, Busquets, Alonso, Silva,dan Fabregas dari timnas Spanyol.
Sementara itu, tim Italia yang kalah di final mengirim empat wakilnya. Buffon, De Rossi, Pirlo, dan Balotelli menjadi penggawa Azzurri yang masuk dream team. Jerman juga mengirim empat wakilnya, yaitu Ozil, Khedira, Lahm, dan Neuer.
Portugal punya tiga wakil yaitu, Pepe, Coentrao dan Ronaldo. Dan daftar itu dilengkapi oleh Steven Gerrard (Inggris) serta Zlatan Ibrahimovic (Swedia).
Inilah skuad idaman tersebut:
Kiper: Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Manuel Neuer.
Bek: Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Fabio Coentrao, Pepe, Philipp Lahm.
Gelandang: Daniele de Rossi, Andrea Pirlo, Steven Gerrard, Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Xabi Alonso, Sami Khedira, Mesut Ozil.
Penyerang: Mario Balotelli, Cesc Fabregas, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, David Silva.
Pages
Tampilkan postingan dengan label EURO 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EURO 2012. Tampilkan semua postingan
Hasil Pertandingan EURO 2012
FINAL
Spanyol 4 vs 0 Italy
SEMI FINAL
Portugal 2(0 vs 0)4 Spanyol
Jerman 1 vs 2 Italy
PEREMPAT FINAL
Rep. Ceko 0 vs 1 Portugal
Jerman 4 vs 2 Yunani
Spanyol 2 vs 0 Prancis
Inggris 2(1 vs 1) 4 Italy
Spanyol: Main Tanpa Striker, namun Striker Jadi Top Skorer
Sport.detik.com - Anda bisa melihat bahwa sepanjang turnamen Piala Eropa 2012, Spanyol nyaris selalu tampil tanpa penyerang. Namun, tak dinyana, justru penyerang mereka yang jadi top skorer turnamen.
Dengan strategi "false 9", Vicente Del Bosque kerap memainkan Cesc Fabregas untuk menggantikan peran sebagai striker tersebut. Sementara, tiga penyerang Spanyol, yakni Fernando Torres, Alvaro Negredo, dan Fernando Llorente, hampir selalu memulai laga dari bangku cadangan. Pengecualian adalah ketika memasang Torres sebagai starter di laga melawan Irlandia dan Negredo pada laga melawan Portugal.
Banyak yang menyebut bahwa permainan Spanyol jadi membosankan. Tak ada ledakan-ledakan di depan gawang lawan. Namun, beberapa lainnya menyebut bahwa Spanyol menampilkan patient football. Memainkan sepakbola dengan sabar. mereka memutar-mutar bola sembari menunggu ada ruang terbuka di pertahanan lawan atau menunggu mereka lelah. Ketika ruang itu muncul.. Bam! Spanyol akan menghantamnya.
Strategi yang mengorbankan striker tersebut membuat Llorente sama sekali tidak bermain, Negredo tak mendapatkan banyak kesempatan, dan Torres relatif minim menit permainan. El Nino hanya bermain sebanyak 189 menit. Namun, siapa sangka bomber Chelsea itu justru bakal keluar sebagai top skorer turnamen.
Torres mencetak tiga gol sepanjang turnamen. Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Torres tak banyak dijagokan untuk menjadi topskorer dan meraih Golden Boot.
Namun, satu gol ke gawang Gianluigi Buffon di laga yang berkesudahan 4-0 untuk Spanyol plus satu umpannya ke Juan Mata, sudah cukup mengantarkan pemain 28 tahun itu untuk merebut Golden Boot.
Aturan UEFA menyebut jika ada lebih dari satu pemain yang mencetak jumlah gol sama, maka yang pertama dilihat adalah jumlah assist kemudian lama bermain. Dalam hal ini Torres dan Gomez sama-sama punya satu assist. Tapi dari menit bermain Torres bermain 81 menit lebih sedikit daripada Gomez (280). Alhasil Torres pun berhak mendapatkan Sepatu Emas.
Catatan Torres ini bak menambah daftar keunikan dan keajaiban Spanyol. Tiki-taka dan bermain tanpa striker itu saja sudah termasuk unik untuk ukuran turnamen ini. Ditambah lagi kesuksesan mereka menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar. La Furia Roja seperti tengah bercanda dengan semua nalar.
"Sepakbola tidak hanya punya satu gaya. Yang terpenting adalah mencetak gol. Para pemain kami punya intelejensia tinggi dan kami punya skuat yang seimbang. Kami memang memiliki striker, tapi kami memilih untuk memainkan pemain yang sesuai dengan gaya kami," ucap Del Bosque di Reuters.
Dengan strategi "false 9", Vicente Del Bosque kerap memainkan Cesc Fabregas untuk menggantikan peran sebagai striker tersebut. Sementara, tiga penyerang Spanyol, yakni Fernando Torres, Alvaro Negredo, dan Fernando Llorente, hampir selalu memulai laga dari bangku cadangan. Pengecualian adalah ketika memasang Torres sebagai starter di laga melawan Irlandia dan Negredo pada laga melawan Portugal.
Banyak yang menyebut bahwa permainan Spanyol jadi membosankan. Tak ada ledakan-ledakan di depan gawang lawan. Namun, beberapa lainnya menyebut bahwa Spanyol menampilkan patient football. Memainkan sepakbola dengan sabar. mereka memutar-mutar bola sembari menunggu ada ruang terbuka di pertahanan lawan atau menunggu mereka lelah. Ketika ruang itu muncul.. Bam! Spanyol akan menghantamnya.
Strategi yang mengorbankan striker tersebut membuat Llorente sama sekali tidak bermain, Negredo tak mendapatkan banyak kesempatan, dan Torres relatif minim menit permainan. El Nino hanya bermain sebanyak 189 menit. Namun, siapa sangka bomber Chelsea itu justru bakal keluar sebagai top skorer turnamen.
Torres mencetak tiga gol sepanjang turnamen. Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Torres tak banyak dijagokan untuk menjadi topskorer dan meraih Golden Boot.
Namun, satu gol ke gawang Gianluigi Buffon di laga yang berkesudahan 4-0 untuk Spanyol plus satu umpannya ke Juan Mata, sudah cukup mengantarkan pemain 28 tahun itu untuk merebut Golden Boot.
Aturan UEFA menyebut jika ada lebih dari satu pemain yang mencetak jumlah gol sama, maka yang pertama dilihat adalah jumlah assist kemudian lama bermain. Dalam hal ini Torres dan Gomez sama-sama punya satu assist. Tapi dari menit bermain Torres bermain 81 menit lebih sedikit daripada Gomez (280). Alhasil Torres pun berhak mendapatkan Sepatu Emas.
Catatan Torres ini bak menambah daftar keunikan dan keajaiban Spanyol. Tiki-taka dan bermain tanpa striker itu saja sudah termasuk unik untuk ukuran turnamen ini. Ditambah lagi kesuksesan mereka menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar. La Furia Roja seperti tengah bercanda dengan semua nalar.
"Sepakbola tidak hanya punya satu gaya. Yang terpenting adalah mencetak gol. Para pemain kami punya intelejensia tinggi dan kami punya skuat yang seimbang. Kami memang memiliki striker, tapi kami memilih untuk memainkan pemain yang sesuai dengan gaya kami," ucap Del Bosque di Reuters.
Pesta Sempurna La Furia Roja di Final Piala Eropa
Duniasoccer.com - Spanyol kembali berpesta. Kejayaan mereka sejak empat tahun lalu berhasil disempurnakan dengan keberhasilan meraih gelar Piala Eropa tahun ini. Pada partai puncak, La Furia Roja mampu menekuk Italia dengan empat gol tanpa balas, di Stadion Olimpic, Kiev, (1/7).
Hasil ini terasa sangat spesial, karena Spanyol pun mengukuhkan diri sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Eropa. Pun menjadi satu-satunya negara yang bisa meraih dua trofi Piala Eropa dan satu Piala Dunia secara beruntun.
Perjuangan Spanyol memang patut diacungi jempol demi mencapai gelar juara. Apalagi, sejak ditahan imbang tim yang sama pada fase grup, mereka belum pernah kebobolan sepanjang waktu normal. Dan pencapaian itu dipertahankan hingga partai puncak.
Berbanding terbalik dengan pertemuan pertama di fase grup, kali ini Spanyol lebih dulu mengambil inisiatif menyerang. Tekanan gencar langsung dilancarkan La Furia Roja ke lini pertahanan Italia, memaksa Gianlugi Buffon dkk berjibaku mempertahankan gawangnya.
Setelah berkali-kali menekan, Spanyol akhirnya berhasil membuka skor. Laga memasuki menit ke-14, umpan terobosan Andres Iniesta disambut Cesc Fabregas yang lolos dari jebakan offside. Sempat mengecoh satu bek lawan, Fabregas melepas umpan silang yang disambut David Silva dengan tandukan kepala. Bola pun bersarang di gawang Buffon.
Tertinggal satu gol memaksa Italia kian meningkatkan tekanan. Skuad asuhan Cesare Prandelli ini pun mampu mengambil alih kendali permainan. Sedangkan Spanyol mulai memperkuat pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat.
Justru dengan serangan balik itu Spanyol akhirnya mampu menggandakan skor, tepatnya pada menit ke-41. Menerima umpan terobosan Xavi Hernandez, Jordi Alba berhasil lolos dari jebakan offside, dan tinggal berhadapan dengan Buffon. Dengan sepakan mendatar kaki kiri, Alba kembali memaksa Buffon mencomot bola dari gawangnya.
Dua gol itu membuat Spanyol kian leluasa memainkan bola. Sedangkan Italia terus berusaha mencari celah untuk menembus pertahanan Spanyol. Sayang, hingga turun minum, upaya Gli Azzurri gagal membuahkan hasil. Spanyol memimpin 1-0 hingga jeda.
Pada babak kedua, Italia langsung memasukkan Antonio Di Natale guna menambah daya gedor di lini depan. Masuknya Di Natale membuat variasi serangan Italia lebih hidup. Dua peluang mampu dihasilkan striker asal Udinese tersebut. Namun Casillas masih tangguh di bawah mistar.
Alih-alih berhasil memperkecil ketinggalan, nasib sial justru kembali menghampiri Italia. Pada menit ke-61, Thiago Motta, yang baru masuk menggantikan Riccardo Montolivo, harus keluar lagi karena mengalami cedera. Italia pun terpaksa tampil dengan 10 pemain pada sisa laga karena sudah melakukan tiga pergantian.
Situasi itu membuat Spanyol kian leluasa mendominasi permainan sepanjang babak kedua ini. Balotelli pun diinstruksikan bermain lebih ke belakang demi menambal lubang yang ditinggal Thiago Motta. Akan tetapi, Spanyol justru berhasil menambah dua gol melalui pemain pengganti, Fernando Torres dan Juan Mata.
Menerima umpan terobosan Xavi, Torres dengan leluasa mampu menjebol gawang Buffon pada menit ke-84. Dilanjutkan gol Mata, yang berhasil memanfaatkan umpan Torres pada sentuhan keduanya sejak masuk menggantikan Iniesta, dengan sontekan kaki kiri di mulut gawang. Skor akhir pun menjadi 4-0 untuk La Furia Roja, sekaligus kembali menahbiskan mereka sebagai penguasa Eropa. Sekaligus mencatat rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah gelaran partai final Piala Eropa.
Pada laga ini, Andres Iniesta terpilih sebagai man of the match. (irawan)
Susunan pemain:
Spanyol: Casillas; Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Xavi, Busquets, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59), Fabregas (Torres , Iniesta (Mata 87).
Italia: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Bazaretti 21); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Thiago Motta 56); Cassano (Di Natale 46), Balotelli.
Statistik
Penguasaan bola: 52%-48%
Total tembakan: 14-11
Tembakan ke arah gawang: 9-6
Corner: 3-3
Offside: 3-3
Pelanggaran: 17-10
Kartu kuning: Pique 25 (Spanyol) - Barzagli 45 (Italia)
Kartu merah: -
Hasil ini terasa sangat spesial, karena Spanyol pun mengukuhkan diri sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Eropa. Pun menjadi satu-satunya negara yang bisa meraih dua trofi Piala Eropa dan satu Piala Dunia secara beruntun.
Perjuangan Spanyol memang patut diacungi jempol demi mencapai gelar juara. Apalagi, sejak ditahan imbang tim yang sama pada fase grup, mereka belum pernah kebobolan sepanjang waktu normal. Dan pencapaian itu dipertahankan hingga partai puncak.
Berbanding terbalik dengan pertemuan pertama di fase grup, kali ini Spanyol lebih dulu mengambil inisiatif menyerang. Tekanan gencar langsung dilancarkan La Furia Roja ke lini pertahanan Italia, memaksa Gianlugi Buffon dkk berjibaku mempertahankan gawangnya.
Setelah berkali-kali menekan, Spanyol akhirnya berhasil membuka skor. Laga memasuki menit ke-14, umpan terobosan Andres Iniesta disambut Cesc Fabregas yang lolos dari jebakan offside. Sempat mengecoh satu bek lawan, Fabregas melepas umpan silang yang disambut David Silva dengan tandukan kepala. Bola pun bersarang di gawang Buffon.
Tertinggal satu gol memaksa Italia kian meningkatkan tekanan. Skuad asuhan Cesare Prandelli ini pun mampu mengambil alih kendali permainan. Sedangkan Spanyol mulai memperkuat pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat.
Justru dengan serangan balik itu Spanyol akhirnya mampu menggandakan skor, tepatnya pada menit ke-41. Menerima umpan terobosan Xavi Hernandez, Jordi Alba berhasil lolos dari jebakan offside, dan tinggal berhadapan dengan Buffon. Dengan sepakan mendatar kaki kiri, Alba kembali memaksa Buffon mencomot bola dari gawangnya.
Dua gol itu membuat Spanyol kian leluasa memainkan bola. Sedangkan Italia terus berusaha mencari celah untuk menembus pertahanan Spanyol. Sayang, hingga turun minum, upaya Gli Azzurri gagal membuahkan hasil. Spanyol memimpin 1-0 hingga jeda.
Pada babak kedua, Italia langsung memasukkan Antonio Di Natale guna menambah daya gedor di lini depan. Masuknya Di Natale membuat variasi serangan Italia lebih hidup. Dua peluang mampu dihasilkan striker asal Udinese tersebut. Namun Casillas masih tangguh di bawah mistar.
Alih-alih berhasil memperkecil ketinggalan, nasib sial justru kembali menghampiri Italia. Pada menit ke-61, Thiago Motta, yang baru masuk menggantikan Riccardo Montolivo, harus keluar lagi karena mengalami cedera. Italia pun terpaksa tampil dengan 10 pemain pada sisa laga karena sudah melakukan tiga pergantian.
Situasi itu membuat Spanyol kian leluasa mendominasi permainan sepanjang babak kedua ini. Balotelli pun diinstruksikan bermain lebih ke belakang demi menambal lubang yang ditinggal Thiago Motta. Akan tetapi, Spanyol justru berhasil menambah dua gol melalui pemain pengganti, Fernando Torres dan Juan Mata.
Menerima umpan terobosan Xavi, Torres dengan leluasa mampu menjebol gawang Buffon pada menit ke-84. Dilanjutkan gol Mata, yang berhasil memanfaatkan umpan Torres pada sentuhan keduanya sejak masuk menggantikan Iniesta, dengan sontekan kaki kiri di mulut gawang. Skor akhir pun menjadi 4-0 untuk La Furia Roja, sekaligus kembali menahbiskan mereka sebagai penguasa Eropa. Sekaligus mencatat rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah gelaran partai final Piala Eropa.
Pada laga ini, Andres Iniesta terpilih sebagai man of the match. (irawan)
Susunan pemain:
Spanyol: Casillas; Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Xavi, Busquets, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59), Fabregas (Torres , Iniesta (Mata 87).
Italia: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Bazaretti 21); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Thiago Motta 56); Cassano (Di Natale 46), Balotelli.
Statistik
Penguasaan bola: 52%-48%
Total tembakan: 14-11
Tembakan ke arah gawang: 9-6
Corner: 3-3
Offside: 3-3
Pelanggaran: 17-10
Kartu kuning: Pique 25 (Spanyol) - Barzagli 45 (Italia)
Kartu merah: -
Road To Final EURO 2012
FINAL
Spanyol 4 vs 0 Italy
SEMI FINAL
Portugal 2(0 vs 0)4 Spanyol
Jerman 1 vs 2 Italy
PEREMPAT FINAL
Rep. Ceko 0 vs 1 Portugal
Jerman 4 vs 2 Yunani
Spanyol 2 vs 0 Prancis
Inggris 2(1 vs 1) 4 Italy
PENYISIHAN GRUP
Group A | NO | Team | P | W | D | L | Pts |
| 1 | Republik Ceko | 3 | 2 | 0 | 1 | 6 |
| 2 | Yunani | 3 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 3 | Rusia | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 |
| 4 | Polandia | 3 | 0 | 2 | 1 | 2 |
| NO | Team | P | W | D | L | Pts |
| 1 | Jerman | 3 | 3 | 0 | 0 | 9 |
| 2 | Portugal | 3 | 2 | 0 | 1 | 6 |
| 3 | Denmark | 3 | 1 | 0 | 2 | 3 |
| 4 | Holland | 3 | 0 | 0 | 3 | 0 |
| NO | Team | P | W | D | L | Pts |
| 1 | Spanyol | 3 | 2 | 1 | 0 | 7 |
| 2 | Italy | 3 | 1 | 2 | 0 | 5 |
| 3 | Croatia | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 |
| 4 | Republic Irlandia | 3 | 0 | 0 | 3 | 0 |
| NO | Team | P | W | D | L | Pts |
| 1 | England | 3 | 2 | 1 | 0 | 7 |
| 2 | France | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 |
| 3 | Swedia | 3 | 1 | 0 | 2 | 3 |
| 4 | Ukraina | 3 | 1 | 0 | 2 | 3 |
Jadwal EURO 2012

Jum'at 08 Juni 2012
23:00 WIB EURO (Grup A) Polandia vs Yunani RCTI
Sabtu 09 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup A) Rusia vs Ceko RCTI
23:00 WIB EURO (Grup B) Belanda vs Denmark RCTI
Minggu 10 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup B) Jerman vs Portugal RCTI
23:00 WIB EURO (Grup C) Spanyol vs Italy RCTI
Senin 11 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup C) Rep. Irlandia vs Kroasia RCTI
23:00 WIB EURO (Grup D) Perancis vs Inggris RCTI
Selasa , 12 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup D) Ukraina vs Swedia RCTI
23:00 WIB EURO (Grup A) Yunani vs Ceko RCTI
Rabu 13 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup A) Polandia vs Rusia RCTI
23:00 WIB EURO (Grup B) Denmark vs Portugal RCTI
Kamis 14 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup B) Belanda vs Jerman RCTI
23:00 WIB EURO (Grup C) Italy vs Kroasia RCTI
Jum'at 15 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup C) Spanyol vs Rep. Irlandia RCTI
23:00 WIB EURO (Grup D) Ukraina vs Perancis RCTI
Sabtu 16 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup D) Swedia vs Inggris RCTI
Minggu 17 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup A) Ceko vs Polandia RCTI
senin 18 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup B) Portugal vs Belanda RCTI
Selasa 19 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup C) Kroasia vs Spanyol RCTI
Rabu , 20 Juni 2012
01:45 WIB EURO (Grup D) Inggris vs Ukraina RCTI
Preview: Spanyol vs Italia, Raja Eropa
Bola.net - Duel seru dua tim bertabur bintang dengan pemain-pemain kelas dunia yang memiliki permainan menawan, Spanyol vs Italia bakal tersaji di Olimpic Stadium, Kiev.
Siapa yang tak kenal Spanyol, juara bertahan Euro 2008 dengan pemain bertalenta tinggi yang mengandalkan gaya permainan Tiki-Taka yang sangat cantik.
Pemain-pemain macam Iker Casillas, Sergio Ramos, Gerard Pique, Xavi, David Silva hingga Fernando Torres menjadi jaminan keberhasilan La Furia Roja.
Gelar juara Euro 2012 sekaligus menorehkan sejarah baru tim yang berhasil menorehkan tiga gelar juara turnamen beruntun, melengkapi gelar juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 tampaknya tak akan sulit mereka persembahkan.
Permainan bola-bola pendek cepat di lini tengah membuat Spanyol pun menjadi tim yang diunggulkan. Namun, lawan berat sudah menanti mereka, Gli Azzurri Italia siap menikung harapan besar Spanyol.
Italia yang di awal turnamen dianggap sebelah mata mampu menampilkan permainan menawan dan meninggalkan gaya lama Catenaccio.
Solidnya pertahanan yang dikomandoi Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, serta determinasi tinggi Daniele De Rossi yang membuat Andrea Pirlo bebas mengatur permainan Italia dan moncernya Mario Balotelli membuat mereka menjadi tim menakutkan.
Belum lagi ditambah penampilan cemerlang sang Superman, Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang Italia menjadi kekuatan tersendiri di gelaran Euro kali ini.
Fakta-fakta tersebut akan membuat final kali ini sangat istimewa, para pecinta bola akan disuguhkan sepakbola kelas atas, adu skil dan teknik bakal dipertontonkan.
Tim yang mampu bermain lebih baik dengan mental juara bakal menjadi pemenang di laga final ini sekaligus menasbihkan diri sebagai Raja Eropa.
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Spanyol (4-3-3): Casillas, Arbeloa, Pique, Ramos, Alba, Xavi, Alonso, Silva, Fabregas, Iniesta, Torres
Italia (4-3-1-2): Buffon, Abate, Barzagli, Chiellini, Balzaretti, Marchisio, Pirlo, De Rossi, Diamanti, Balotelli, Cassano
LIMA LAGA TERAKHIR KEDUA TIM
Spanyol S-M-M-M-S
(27 Jun, 2012) Portugal 0 - Spanyol 0 (EC)
(23 Jun, 2012) Spanyol 2 - Prancis 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Kroasia 0 - Spanyol 1 (EC)
(14 Jun, 2012) Spanyol 4 - Irlandia 0 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
Italia M-S-M-S-S
(28 Jun, 2012) Jerman 1 - Italia 2 (EC)
(24 Jun, 2012) Inggris 0 - Italia 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Italia 2 - Irlandia 0 (EC)
(14 Jun, 2012) Italia 1 - Kroasia 1 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
Siapa yang tak kenal Spanyol, juara bertahan Euro 2008 dengan pemain bertalenta tinggi yang mengandalkan gaya permainan Tiki-Taka yang sangat cantik.
Pemain-pemain macam Iker Casillas, Sergio Ramos, Gerard Pique, Xavi, David Silva hingga Fernando Torres menjadi jaminan keberhasilan La Furia Roja.
Gelar juara Euro 2012 sekaligus menorehkan sejarah baru tim yang berhasil menorehkan tiga gelar juara turnamen beruntun, melengkapi gelar juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 tampaknya tak akan sulit mereka persembahkan.
Permainan bola-bola pendek cepat di lini tengah membuat Spanyol pun menjadi tim yang diunggulkan. Namun, lawan berat sudah menanti mereka, Gli Azzurri Italia siap menikung harapan besar Spanyol.
Italia yang di awal turnamen dianggap sebelah mata mampu menampilkan permainan menawan dan meninggalkan gaya lama Catenaccio.
Solidnya pertahanan yang dikomandoi Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, serta determinasi tinggi Daniele De Rossi yang membuat Andrea Pirlo bebas mengatur permainan Italia dan moncernya Mario Balotelli membuat mereka menjadi tim menakutkan.
Belum lagi ditambah penampilan cemerlang sang Superman, Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang Italia menjadi kekuatan tersendiri di gelaran Euro kali ini.
Fakta-fakta tersebut akan membuat final kali ini sangat istimewa, para pecinta bola akan disuguhkan sepakbola kelas atas, adu skil dan teknik bakal dipertontonkan.
Tim yang mampu bermain lebih baik dengan mental juara bakal menjadi pemenang di laga final ini sekaligus menasbihkan diri sebagai Raja Eropa.
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Spanyol (4-3-3): Casillas, Arbeloa, Pique, Ramos, Alba, Xavi, Alonso, Silva, Fabregas, Iniesta, Torres
Italia (4-3-1-2): Buffon, Abate, Barzagli, Chiellini, Balzaretti, Marchisio, Pirlo, De Rossi, Diamanti, Balotelli, Cassano
LIMA LAGA TERAKHIR KEDUA TIM
Spanyol S-M-M-M-S
(27 Jun, 2012) Portugal 0 - Spanyol 0 (EC)
(23 Jun, 2012) Spanyol 2 - Prancis 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Kroasia 0 - Spanyol 1 (EC)
(14 Jun, 2012) Spanyol 4 - Irlandia 0 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
Italia M-S-M-S-S
(28 Jun, 2012) Jerman 1 - Italia 2 (EC)
(24 Jun, 2012) Inggris 0 - Italia 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Italia 2 - Irlandia 0 (EC)
(14 Jun, 2012) Italia 1 - Kroasia 1 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
Inilah Wasit Final Euro 2012
Duniasoccer - Partai final Euro 2012 akan mempertemukan Spanyol dan Italia, Minggu (1/7) di Stadion Olympic. UEFA pun telah menentukan siapa wasit yang akan mempimpin jalannya pertandingan itu.
Adalah wasit asal Portugal, Pedro Proenca yang ditunjuk sebagai pengadil di babak final turnamen sepak bola negara-negara di benua tersebut.
Ini bukan kali pertama Proenca memimpin pertandingan Italia di Euro. Pasalnya, ia juga menjadi wasit di babak perempat final antara Inggris melawan Italia.
Kala itu, pertandingan harus ditentukan dengan drama adu penalti. Italia menang dan bisa melangkah ke semifinal usai menang dengan skor 4-2 setelah tos-tosan.
Selain itu, wasit berusia 41 tahun itu juga memimpin laga di fase grup C antara Spanyol melawan Republik Irlandia yang berkesudahan dengan kemenangan 4-0 bagi Andres Iniesta dkk.
Selama Euro tahun ini, Proenca belum sekali pun mengeluarkan kartu merah dari sakunya dan memberikan hadiah penalti bagi negara manapun. Ia dipercaya menjadi wasit di laga final Euro 2012, setelah enam minggu sebelumnya memimpin final Liga Champions antara Bayern Munchen dan Chelsea.
Adalah wasit asal Portugal, Pedro Proenca yang ditunjuk sebagai pengadil di babak final turnamen sepak bola negara-negara di benua tersebut.
Ini bukan kali pertama Proenca memimpin pertandingan Italia di Euro. Pasalnya, ia juga menjadi wasit di babak perempat final antara Inggris melawan Italia.
Kala itu, pertandingan harus ditentukan dengan drama adu penalti. Italia menang dan bisa melangkah ke semifinal usai menang dengan skor 4-2 setelah tos-tosan.
Selain itu, wasit berusia 41 tahun itu juga memimpin laga di fase grup C antara Spanyol melawan Republik Irlandia yang berkesudahan dengan kemenangan 4-0 bagi Andres Iniesta dkk.
Selama Euro tahun ini, Proenca belum sekali pun mengeluarkan kartu merah dari sakunya dan memberikan hadiah penalti bagi negara manapun. Ia dipercaya menjadi wasit di laga final Euro 2012, setelah enam minggu sebelumnya memimpin final Liga Champions antara Bayern Munchen dan Chelsea.
Claudio Marchisio: Italia Tak Mudah Menyerah
Claudio Marchisio mengakui Jerman adalah tim yang susah dikalahkan, namun dirinya tidak akan menyerah begitu saja dan optimis bisa mengalahkan Jerman.
Gelandang Juventus ini menulis sebuah pesan akun halaman Facebook-nya kepada seluruh pendukung Azzurri jelang pertandingan melawan Jerman di semi-final yang akan berlangsung Kamis (28/6) malam waktu setempat.
"Sangat menarik melawan Inggris! Kami mencapai semifinal dan kami percaya diri menghadapinya, tapi kami juga harus tetap merendah dengan pencampaian ini,” dendang sang gelandang di akun media sosialnya.
"Dengan skuad yang solid, kami akan bersatu dalam pertandingan, berjalan dan memainkan apa yang sudah diintruksikan pelatih, dengan demikian kami akan mencapai tujuan tersebut.
"Walaupun ini akan menjadi sulit, tapi kami memiliki rasa optimis yang besar dan tidak akan pernah menyerah!" tegas gelandang Juventus tersebut.
Gelandang Juventus ini menulis sebuah pesan akun halaman Facebook-nya kepada seluruh pendukung Azzurri jelang pertandingan melawan Jerman di semi-final yang akan berlangsung Kamis (28/6) malam waktu setempat.
"Sangat menarik melawan Inggris! Kami mencapai semifinal dan kami percaya diri menghadapinya, tapi kami juga harus tetap merendah dengan pencampaian ini,” dendang sang gelandang di akun media sosialnya.
"Dengan skuad yang solid, kami akan bersatu dalam pertandingan, berjalan dan memainkan apa yang sudah diintruksikan pelatih, dengan demikian kami akan mencapai tujuan tersebut.
"Walaupun ini akan menjadi sulit, tapi kami memiliki rasa optimis yang besar dan tidak akan pernah menyerah!" tegas gelandang Juventus tersebut.
Semua Kiper Benci Dijebol Penalti Ala Panenka
"Kami (kiper) tidak suka ditaklukkan seperti itu," ujar Neuer.
Kiper Jerman, Manuel Neuermelayangkan ungkapan simpati kepadakiper Inggris, Joe Hart yang dipecundangi tendangan 'panenka' gelandang Italia, Andrea Pirlo dalam adu penalti di perempat final. Menurutnya, semua kiper tidak akan suka dikalahkan seperti itu.
Seperti diketahui, Italia lolos ke semifinal setelah menaklukkan Inggris dalam adu penalti yang berkesudahan 4-2. Dalam laga tersebut, yang menjadipusat perhatian adalah Andrea Pirlo yang menjadi eksekutor ketiga Italia. Pirlo melakukan penalti yang dipopulerkan legenda Cekoslovakia, Antonin Panenka.
Gelandang 32 tahun itu berhasil mengecoh Joe Hart dan mencongkel bola melambung perlahan ke tengah gawang. Sementara Joe Hart yang telah melompat ke sisi kanan gawang tidak berdaya melihat bola yang melayang pelan masuk ke gawangnya. Konon penalti ini yang meruntuhkan mental dua eksekutor Inggris selanjutnya.
"Kami (kiper) tidak suka ditaklukkan seperti itu. Tapi semua orang memiliki caranya sendiri dalam mengambil penalti. Dan itu (penalti Pirlo) berjalan dengan baik, Hart tidak dapat bereaksi," ujar Neuer seperti dilansir Soccerway, Rabu, 27 Juni 2012.
Neuer pun berusaha waspada dan tidakingin menjadi korban selanjutnya penalti Pirlo di Piala Eropa kali ini. Pasalnya, Jerman akan bersua Italia di babak semifinal pada Kamis mendatang. Dan terbuka peluang jika laga harus diakhiri dengan adu penalti.
"Jika dia mengulanginya saya akan berhati-hati. Tapi kemungkinannya tidak dapat dikalkulasikan. Para eksekutor penalti memiliki semua pilihan arah (kiri, kanan, tengah, atas, bawah), Keberuntungan di pihak mereka," tandasnya.
Kiper Jerman, Manuel Neuermelayangkan ungkapan simpati kepadakiper Inggris, Joe Hart yang dipecundangi tendangan 'panenka' gelandang Italia, Andrea Pirlo dalam adu penalti di perempat final. Menurutnya, semua kiper tidak akan suka dikalahkan seperti itu.
Seperti diketahui, Italia lolos ke semifinal setelah menaklukkan Inggris dalam adu penalti yang berkesudahan 4-2. Dalam laga tersebut, yang menjadipusat perhatian adalah Andrea Pirlo yang menjadi eksekutor ketiga Italia. Pirlo melakukan penalti yang dipopulerkan legenda Cekoslovakia, Antonin Panenka.
Gelandang 32 tahun itu berhasil mengecoh Joe Hart dan mencongkel bola melambung perlahan ke tengah gawang. Sementara Joe Hart yang telah melompat ke sisi kanan gawang tidak berdaya melihat bola yang melayang pelan masuk ke gawangnya. Konon penalti ini yang meruntuhkan mental dua eksekutor Inggris selanjutnya.
"Kami (kiper) tidak suka ditaklukkan seperti itu. Tapi semua orang memiliki caranya sendiri dalam mengambil penalti. Dan itu (penalti Pirlo) berjalan dengan baik, Hart tidak dapat bereaksi," ujar Neuer seperti dilansir Soccerway, Rabu, 27 Juni 2012.
Neuer pun berusaha waspada dan tidakingin menjadi korban selanjutnya penalti Pirlo di Piala Eropa kali ini. Pasalnya, Jerman akan bersua Italia di babak semifinal pada Kamis mendatang. Dan terbuka peluang jika laga harus diakhiri dengan adu penalti.
"Jika dia mengulanginya saya akan berhati-hati. Tapi kemungkinannya tidak dapat dikalkulasikan. Para eksekutor penalti memiliki semua pilihan arah (kiri, kanan, tengah, atas, bawah), Keberuntungan di pihak mereka," tandasnya.
Preview: Portugal vs Spanyol, Duel Derby Iberia!
Duel Iberia pada semifinal Euro 2012 dipastikan berlangsung sengit. Kedua tim, baik Portugal dan Spanyol sama-sama berada dalam performa puncak ketika keduanya bertemu di Donbass Arena, Kamis (28/6) dini hari.
Pelatih Portugal, Paulo Bento tetap yakin timnya tetap solid meski sempat terganggu pertengkaran Ricardo Quaresma dan Miguel Lopes di sesi latihan Sabtu (23/6). Melawan Spanyol, perubahan jelas terjadi di lini depan. Helder Postiga yang mendapat cedera paha saat melawan Ceko bakal digantikan oleh Hugo Almeida atau pemain muda Nelson Oliveira.
Sedangkan untuk posisi lainnya, Bento kemungkinan akan tetap menurunkan susunan pemain yang sama. Cristiano Ronaldo, yang sudah mencetak tiga gol, bakal kembali menjadi tumpuan di lini serang. Sedangkan Pepe dan Fabio Coentrao di lini belakang sudah memiliki pengalaman menghadapi pemain Barcelona di kubu tim Matador.
Beralih ke Spanyol, performa La Furia Roja bisa dibilang stabil pada gelaran Euro 2012. Permainan efektif saat melawan Prancis semakin melambungkan nama mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara di turnamen kali ini. Hanya saja, banyak kritikan media diarahkan kepada Spanyol. Kebanyakan media menyebut penampilan Spanyol membosankan serta tak lagi setara dengan kualitas performa mereka di Piala Dunia 2010 silam.
Akan tetapi, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque sepertinya tidak akan terganggu dengan kritikan media. Di laga melawan Portugal nanti, Del Bosque bakal mempertahankan dua skema permainan yang sudah sukses membawa Spanyol ke babak Semifinal.
La Roja sebelumnya menurunkan Cesc Fabregas sebagai false No.9 di dua pertandingan selama gelaran Euro. Sementara di dua lainnya menurunkan Fernando Torres sebagai penyerang di lini depan. Baik Torres dan Fabregas sendiri masing-masing mencetak dua gol di Euro 2012 kali ini. Tetapi melihat lawan kali ini adalah Portugal, sepertinya lebih besar kemungkinan Torres akan dipilih menjadi starter.
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM :
Portugal (4-3-3) : Rui Patricio; Pereira, Pepe, Alves, Coentrao; Moutinho, Veloso, Meireles; Nani, Almeida, Ronaldo.
Spanyol (4-2-3-1) : Casillas; Arbeloa, Ramos, Pique, Alba; Busquets, Alonso; Silva, Xavi, Iniesta; Torres.
LIMA LAGA TERAKHIR KEDUA TIM :
Portugal M-M-M-K-K
(21 Jun, 2012) Republik Ceko 0 - Portugal 1 (EC)
(17 Jun, 2012) Portugal 2 - Belanda 1 (EC)
(13 Jun, 2012) Denmark 2 - Portugal 3 (EC)
(9 Jun, 2012) Jerman 1 - Portugal 0 (EC)
(2 Jun, 2012) Portugal 1 - Turki 3 (FR)
Spanyol M-M-M-S-M
(23 Jun, 2012) Spanyol 2 - Prancis 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Kroasia 0 - Spanyol 1 (EC)
(14 Jun, 2012) Spanyol 4 - Irlandia 0 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
(3 Jun, 2012) Spanyol 1 - China 0 (FR)
HEAD TO HEAD KEDUA TIM :
(17 Nov, 2010) Portugal 4 - Spanyol 0 (FR)
(29 Jun, 2010) Spanyol 1 - Portugal 0 (WC)
Sumber: Bola.net
Pelatih Portugal, Paulo Bento tetap yakin timnya tetap solid meski sempat terganggu pertengkaran Ricardo Quaresma dan Miguel Lopes di sesi latihan Sabtu (23/6). Melawan Spanyol, perubahan jelas terjadi di lini depan. Helder Postiga yang mendapat cedera paha saat melawan Ceko bakal digantikan oleh Hugo Almeida atau pemain muda Nelson Oliveira.
Sedangkan untuk posisi lainnya, Bento kemungkinan akan tetap menurunkan susunan pemain yang sama. Cristiano Ronaldo, yang sudah mencetak tiga gol, bakal kembali menjadi tumpuan di lini serang. Sedangkan Pepe dan Fabio Coentrao di lini belakang sudah memiliki pengalaman menghadapi pemain Barcelona di kubu tim Matador.
Beralih ke Spanyol, performa La Furia Roja bisa dibilang stabil pada gelaran Euro 2012. Permainan efektif saat melawan Prancis semakin melambungkan nama mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara di turnamen kali ini. Hanya saja, banyak kritikan media diarahkan kepada Spanyol. Kebanyakan media menyebut penampilan Spanyol membosankan serta tak lagi setara dengan kualitas performa mereka di Piala Dunia 2010 silam.
Akan tetapi, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque sepertinya tidak akan terganggu dengan kritikan media. Di laga melawan Portugal nanti, Del Bosque bakal mempertahankan dua skema permainan yang sudah sukses membawa Spanyol ke babak Semifinal.
La Roja sebelumnya menurunkan Cesc Fabregas sebagai false No.9 di dua pertandingan selama gelaran Euro. Sementara di dua lainnya menurunkan Fernando Torres sebagai penyerang di lini depan. Baik Torres dan Fabregas sendiri masing-masing mencetak dua gol di Euro 2012 kali ini. Tetapi melihat lawan kali ini adalah Portugal, sepertinya lebih besar kemungkinan Torres akan dipilih menjadi starter.
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM :
Portugal (4-3-3) : Rui Patricio; Pereira, Pepe, Alves, Coentrao; Moutinho, Veloso, Meireles; Nani, Almeida, Ronaldo.
Spanyol (4-2-3-1) : Casillas; Arbeloa, Ramos, Pique, Alba; Busquets, Alonso; Silva, Xavi, Iniesta; Torres.
LIMA LAGA TERAKHIR KEDUA TIM :
Portugal M-M-M-K-K
(21 Jun, 2012) Republik Ceko 0 - Portugal 1 (EC)
(17 Jun, 2012) Portugal 2 - Belanda 1 (EC)
(13 Jun, 2012) Denmark 2 - Portugal 3 (EC)
(9 Jun, 2012) Jerman 1 - Portugal 0 (EC)
(2 Jun, 2012) Portugal 1 - Turki 3 (FR)
Spanyol M-M-M-S-M
(23 Jun, 2012) Spanyol 2 - Prancis 0 (EC)
(18 Jun, 2012) Kroasia 0 - Spanyol 1 (EC)
(14 Jun, 2012) Spanyol 4 - Irlandia 0 (EC)
(10 Jun, 2012) Spanyol 1 - Italia 1 (EC)
(3 Jun, 2012) Spanyol 1 - China 0 (FR)
HEAD TO HEAD KEDUA TIM :
(17 Nov, 2010) Portugal 4 - Spanyol 0 (FR)
(29 Jun, 2010) Spanyol 1 - Portugal 0 (WC)
Sumber: Bola.net
Casillas: Semifinal Ini Tentang Saya Dan Ronaldo
Setelah mengandaskan Prancis, Spanyol harus menghadapi Portugal untuk mempertahankan gelar juara Euro mereka. Kapten Spanyol Iker Casillas menganggap pertandingan melawan Portugal nanti bisa menjadi pertarungan antara dirinya dengan Cristiano Ronaldo.
"Pertandingan melawan Portugal akan kembali menjadi laga yang sulit. Namun jika ingin memenangkan Euro, anda harus mengalahkan yang terbaik. Ronaldo adalah pemain terbaik dunia, bersama Lionel Messi," ucap Casillas.
Casillas dan Ronaldo adalah rekan satu tim di Real Madrid. cukup wajar jika Casillas merasa mengetahui kehebatan Ronaldo.
Casillas juga menyatakan rasa gembira karena telah berhasil mengalahkan Prancis. "Kami sudah melangkah lebih jauh, dan kami merayakannya. Momen ini patut dinikmati."
"Bisa masuk semifinal turnamen besar tiga kali berturut-turut merupakan pencapaian hebat. Tidak semua tim di dunia bisa melakukannya."
Casillas juga masih optimis kendati Portugal memiliki waktu istirahat dua hari lebih lama ketimbang Spanyol. "Dua hari itu bisa saja berakibat buruk, tapi kami sudah terbiasa bermain di hari Rabu dan Minggu. Kami tak boleh menjadikan itu sebagai alasan."
"Pertandingan melawan Portugal akan kembali menjadi laga yang sulit. Namun jika ingin memenangkan Euro, anda harus mengalahkan yang terbaik. Ronaldo adalah pemain terbaik dunia, bersama Lionel Messi," ucap Casillas.
Casillas dan Ronaldo adalah rekan satu tim di Real Madrid. cukup wajar jika Casillas merasa mengetahui kehebatan Ronaldo.
Casillas juga menyatakan rasa gembira karena telah berhasil mengalahkan Prancis. "Kami sudah melangkah lebih jauh, dan kami merayakannya. Momen ini patut dinikmati."
"Bisa masuk semifinal turnamen besar tiga kali berturut-turut merupakan pencapaian hebat. Tidak semua tim di dunia bisa melakukannya."
Casillas juga masih optimis kendati Portugal memiliki waktu istirahat dua hari lebih lama ketimbang Spanyol. "Dua hari itu bisa saja berakibat buruk, tapi kami sudah terbiasa bermain di hari Rabu dan Minggu. Kami tak boleh menjadikan itu sebagai alasan."
Inggris vs Italia, Pertarungan Dua Raksasa
Inggris akan menghadapi Italia dalam babak perempat final Euro 2012. Juara Grup D ini akan mendapatkan hadangan yang sangat berat untuk melaju ke babak semifinal.
The Three Lions lega karena mereka sudah dapat memainkan Ashley Young kembali. Permasalahan justru terjadi pada Glen Johnson yang mengalami infeksi jempol kaki. Posisi James Milner sendiri masih memiliki kemungkinan digantikan oleh Theo Walcott atau Alex Oxlade-Chamberlain.
Kubu Italia sendiri kini makin mantap dengan skema 4-3-1-2 daripada skema 3-5-2. Skema pertama tersebut berhasil membuat Italia tampil menawan mengalahkan Republik Irlandia daripada sebelumnya ketika hanya imbang melawan Spanyol dan Kroasia.
Permasalahan cedera pemain dialami oleh tim Italia. Giorgio Chiellini diperkirakan takkan mampu membela Italia lagi di Euro 2012 karena cederanya. Thiago Motta juga diragukan dapat tampil.
Data dan Fakta Pertandingan:
- Rekor pertemuan Inggris menghadapi Azzurri adalah enam kali menang, tujuh kali imbang dan sembilan kali kalah.
- Inggris hanya mampu sekali meraih kemenangan atas Italia dalam sembilan pertemuan terakhir mereka.
- Antonio Di Natale akan menjadi andalan Italia dalam menjebol gawang Inggris. Ia telah menjadi pencetak gol terbanyak di timnya. Antonio Cassano, Daniele De Rossi dan Andrea Pirlo menyusul di belakangnya.
- Peluang Italia untuk lolos dari babak perempat final turnamen-turnamen besar memiliki angka yang cukup tinggi. Mereka hanya gagal 2 kali dalam 9 kesempatan dan keduanya karena adu penalti.
- Prandelli belum pernah mengalami kekalahan selama menangani Italia sejak tahun 2010. Rekornya adalah sembilan kali menang dan empat kali imbang.
Perkiraan Susunan Pemain:
Inggris:
Hart, Johnson, Terry, Lescott, Cole, Milner, Gerrard, Parker, Young, Rooney, Welbeck
Italia:
Buffon, Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti, De Rossi, Pirlo, Marchisio
Montolivo, Balotelli, Cassano.
The Three Lions lega karena mereka sudah dapat memainkan Ashley Young kembali. Permasalahan justru terjadi pada Glen Johnson yang mengalami infeksi jempol kaki. Posisi James Milner sendiri masih memiliki kemungkinan digantikan oleh Theo Walcott atau Alex Oxlade-Chamberlain.
Kubu Italia sendiri kini makin mantap dengan skema 4-3-1-2 daripada skema 3-5-2. Skema pertama tersebut berhasil membuat Italia tampil menawan mengalahkan Republik Irlandia daripada sebelumnya ketika hanya imbang melawan Spanyol dan Kroasia.
Permasalahan cedera pemain dialami oleh tim Italia. Giorgio Chiellini diperkirakan takkan mampu membela Italia lagi di Euro 2012 karena cederanya. Thiago Motta juga diragukan dapat tampil.
Data dan Fakta Pertandingan:
- Rekor pertemuan Inggris menghadapi Azzurri adalah enam kali menang, tujuh kali imbang dan sembilan kali kalah.
- Inggris hanya mampu sekali meraih kemenangan atas Italia dalam sembilan pertemuan terakhir mereka.
- Antonio Di Natale akan menjadi andalan Italia dalam menjebol gawang Inggris. Ia telah menjadi pencetak gol terbanyak di timnya. Antonio Cassano, Daniele De Rossi dan Andrea Pirlo menyusul di belakangnya.
- Peluang Italia untuk lolos dari babak perempat final turnamen-turnamen besar memiliki angka yang cukup tinggi. Mereka hanya gagal 2 kali dalam 9 kesempatan dan keduanya karena adu penalti.
- Prandelli belum pernah mengalami kekalahan selama menangani Italia sejak tahun 2010. Rekornya adalah sembilan kali menang dan empat kali imbang.
Perkiraan Susunan Pemain:
Inggris:
Hart, Johnson, Terry, Lescott, Cole, Milner, Gerrard, Parker, Young, Rooney, Welbeck
Italia:
Buffon, Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti, De Rossi, Pirlo, Marchisio
Montolivo, Balotelli, Cassano.
11 Hari Tanpa Tidur Demi Euro 2012, Seorang Fans Di Cina Meninggal
Seorang penggemar berat sepakbola di Cina menghembuskan napas terakhir di usia 26 tahun setelah tidak tidur selama 11 hari berturut-turut demi menonton seluruh pertandingan Euro 2012, demikian dikabarkan Sina.com.
Jiang Xiaoshan, nama fans tersebut, yang diketahui menjagokan timnas Inggris dan Prancis pada turnamen terakbar antarnegara Eropa itu, dilaporkan meninggal akibat kelelahan.
Seperti halnya di Indonesia, kick-off laga-laga di Polandia-Ukraina pun berlangsung pada dinihari waktu Cina. Sebagai seorang gibol alias penggila sepakbola, Xiaoshan, yang tinggal di kota Changsha, ogah melewatkan satu pun pertandingan.
Setiap malam ia selalu menonton laga demi laga dengan teman-temannya, lalu pergi bekerja pada pagi harinya. Namun, tubuhnya akhirnya tak bisa lagi menahan kebiasaan tersebut.
Usai menyaksikan duel Republik Irlandia kontra Italia di fase penyisihan, Selasa (19/6) dinihari waktu Cina, Xiaoshan pulang ke rumahnya pada pukul 05.00 dan kemudian mandi. Tak kuat menahan kantuk, ia lalu tertidur dan tak pernah terbangun lagi.
Kawan-kawannya sangat syok mendengar kabar duka ini. Menurut mereka, Xiaoshan menjalani pola hidup yang relatif sehat, bahkan sempat menjadi anggota tim sepakbola universitas semasa kuliah beberapa tahun sebelumnya.
Meski begitu, beberapa sumber meyakini bahwa efek alkohol dan rokok, dikombinasikan dengan kelelahan kronis, merupakan pemicu kematian Xiaoshan karena hal tersebut melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.
Kabar ini tentu patut menjadi perhatian para gibol di negara-negara lain yang juga punya perbedaan zona waktu signifikan dengan Eropa, termasuk Indonesia. Menonton siaran langsung sepakbola tentu mengasyikkan, tapi perhatikan kondisi tubuh dan jangan lupa istirahat!
Jiang Xiaoshan, nama fans tersebut, yang diketahui menjagokan timnas Inggris dan Prancis pada turnamen terakbar antarnegara Eropa itu, dilaporkan meninggal akibat kelelahan.
Seperti halnya di Indonesia, kick-off laga-laga di Polandia-Ukraina pun berlangsung pada dinihari waktu Cina. Sebagai seorang gibol alias penggila sepakbola, Xiaoshan, yang tinggal di kota Changsha, ogah melewatkan satu pun pertandingan.
Setiap malam ia selalu menonton laga demi laga dengan teman-temannya, lalu pergi bekerja pada pagi harinya. Namun, tubuhnya akhirnya tak bisa lagi menahan kebiasaan tersebut.
Usai menyaksikan duel Republik Irlandia kontra Italia di fase penyisihan, Selasa (19/6) dinihari waktu Cina, Xiaoshan pulang ke rumahnya pada pukul 05.00 dan kemudian mandi. Tak kuat menahan kantuk, ia lalu tertidur dan tak pernah terbangun lagi.
Kawan-kawannya sangat syok mendengar kabar duka ini. Menurut mereka, Xiaoshan menjalani pola hidup yang relatif sehat, bahkan sempat menjadi anggota tim sepakbola universitas semasa kuliah beberapa tahun sebelumnya.
Meski begitu, beberapa sumber meyakini bahwa efek alkohol dan rokok, dikombinasikan dengan kelelahan kronis, merupakan pemicu kematian Xiaoshan karena hal tersebut melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.
Kabar ini tentu patut menjadi perhatian para gibol di negara-negara lain yang juga punya perbedaan zona waktu signifikan dengan Eropa, termasuk Indonesia. Menonton siaran langsung sepakbola tentu mengasyikkan, tapi perhatikan kondisi tubuh dan jangan lupa istirahat!
Khedira puji taktik Joachim Low
Komentar positif dilayangkan Sami Khedira atas keputusan Joachim Low melakukan tiga pergantian dalam susunan starting XI Jerman saat bersua Yunani di delapan besar Euro 2012, Jumat (22/6) lalu.
Sang arsitek memainkan Marco Reus, Andre Schurrle, dan Miroslav Klose sejak menit pertama, menggantikan tempat Thomas Muller, Lukas Podolski, serta Mario Gomez yang di babak grup selalu menjadi pemain inti.
Keputusan tersebut terbukti jitu. Die Nationalmannschaft menang 4-2 dengan ketiganya tampil prima. Reus dan Klose bahkan turut menyumbang gol.
“Pergantian tersebut memang bertujuan mengejutkan Yunani, dan saya pikir seluruh tiga ‘pemain baru’ itu bermain sangat bagus,” ucap Khedira.
Playmaker Mesut Ozil, yang di babak grup kurang begitu menonjol, pun jauh lebih hidup dan bisa membuktikan statusnya sebagai salah satu pengatur serangan terbaik dunia dalam laga kontra Yunani.
“Saya berbicara dengan [Joachim] Low tentang cara mengembangkan permainan saya dengan Ozil dan cara untuk lebih melibatkannya dalam permainan. Dia telah menyuguhkan performa bagus sebelumnya, tapi selalu sedikit ‘hilang’,” papar Khedira, rekan seklub Ozil di Real Madrid.
Sang arsitek memainkan Marco Reus, Andre Schurrle, dan Miroslav Klose sejak menit pertama, menggantikan tempat Thomas Muller, Lukas Podolski, serta Mario Gomez yang di babak grup selalu menjadi pemain inti.
Keputusan tersebut terbukti jitu. Die Nationalmannschaft menang 4-2 dengan ketiganya tampil prima. Reus dan Klose bahkan turut menyumbang gol.
“Pergantian tersebut memang bertujuan mengejutkan Yunani, dan saya pikir seluruh tiga ‘pemain baru’ itu bermain sangat bagus,” ucap Khedira.
Playmaker Mesut Ozil, yang di babak grup kurang begitu menonjol, pun jauh lebih hidup dan bisa membuktikan statusnya sebagai salah satu pengatur serangan terbaik dunia dalam laga kontra Yunani.
“Saya berbicara dengan [Joachim] Low tentang cara mengembangkan permainan saya dengan Ozil dan cara untuk lebih melibatkannya dalam permainan. Dia telah menyuguhkan performa bagus sebelumnya, tapi selalu sedikit ‘hilang’,” papar Khedira, rekan seklub Ozil di Real Madrid.
Preview Spanyol vs Prancis (Perempat Final)
Ofisial Pertandingan :
Wasit : Nicola Rizzoli/Italia
Asisten Wasit 1 : Renato Faverani/Italia
Asisten Wasit 2 : Andrea Stefani/Italia
Ofisial Keempat : Craig Alexander Thomson/Skotlandia
Donetsk,Meskipun lebih diunggulkan pada laga ini, Spanyol ternyata memiliki sejarah buruk melawan Prancis. Di kompetisi-kompetisi besar seperti Euro ataupun Piala Dunia, Spanyol belum pernah sekalipun mengalahkan Prancis. Di tiga laga persahabatan terakhir kedua tim, Spanyol selalu menang. Namun di lima laga kompetisi resmi terakhir, Prancis-lah yang selalu menang.
- Terakhir kali kedua tim bertemu pada laga persahabatan Maret 2010, dimana Spanyol mampu mengalahkan Prancis 2-0 di Paris berkat gol David Villa dan Sergio Ramos.
- Terakhir kali kedua tim bertemu di turnamen Euro, pada tahun 2000 di Belanda-Belgia. Saat itu Prancis berhasil menyisihkan Spanyol 2-1 di perempat final berkat gol Zinedine Zidane dan Youri Djorkaeff. Enam tahun kemudian, kedua tim bertemu lagi, kali ini di perdelapan final Piala Dunia 2006 Jerman. Prancis kembali mengalahkan Spanyol 3-1 berkat gol Franck Ribery, Patrick Vieira, dan Zidane.
- Starting XI kedua tim pada laga persahabatan Maret 2010 :
Prancis : Lloris, Sagna, Escude, Ciani, Evra, Gourcuff, L. Diarra, Toulalan, Ribery (Malouda 74‘), Henry (Govou 64′), Anelka (Cisse 77′).
Spanyol : Casillas, Ramos, Puyol (Albiol 46′), Pique, Arbeloa, Alonso (Senna 64′), Busquets, Silva (Guiza 81′), Fabregas (Xavi 46′), Iniesta (Navas 64′), Villa (Torres 46‘).
- Dari total 30 pertemuan kedua tim, Spanyol menang 13 kali, imbang enam kali, dan kalah 11 kali. Seluruh kemenangan Spanyol atas Prancis diraih pada laga persahabatan.
- Kemenangan terbesar Spanyol atas Prancis diraih pada laga persahabatan April 1929, kala itu Spanyol membantai Prancis 8-1.
- Sejak kalah dari Prancis di Piala Dunia 2006, Spanyol hanya kalah tiga kali dari 46 laga resmi Euro dan Piala Dunia, dengan 40 kemenangan.
- Prancis tak terkalahkan dari 23 pertandingan di semua kompetisi sebelum menyerah 0-2 dari Swedia di laga terakhir Grup D.
- Tim terakhir yang mampu mengalahkan Spanyol di turnamen Euro adalah Portugal pada tahun 2004, ketika gol telat Nuno Gomes menyingkirkan Spanyol di perempat final.
- Pada laga terakhir Spanyol melawan Kroasia di Grup C, sebanyak 639 operan dilakukan para pemain Spanyol menurut data yang didapat SunduL.
- Jelang laga sengit perempat final ini, tim Prancis malah mengalami masalah kebugaran. Samir Nasri dan Franck Ribery dikabarkan absen pada sesi latihan Rabu karena cedera ringan. Sementara Yohan Cabaye absen pada laga melawan Swedia karena cedera paha. Bek Philippe Mexes dipastikan absen pada laga ini karena akumulasi kartu kuning.
- Pemenang pada laga ini telah ditunggu Portugal di semi-final.
Head 2 Head :
4 Mar 2010 : Prancis 0-2 Spanyol (persahabatan)
7 Feb 2008 : Spanyol 1-0 Prancis (persahabatan)
28 Jun 2006 : Spanyol 1-3 Prancis (Piala Dunia 2006)
5 pertandingan terakhir Spanyol :
19 Jun 2012 : Kroasia 0-1 Spanyol (Euro 2012)
15 Jun 2012 : Spanyol 4-0 Rep. Irlandia (Euro 2012)
10 Jun 2012 : Spanyol 1-1 Italia (Euro 2012)
4 Jun 2012 : Spanyol 1-0 China (persahabatan)
31 Mei 2012 : Spanyol 4-1 Korea Selatan (persahabatan)
5 pertandingan terakhir Prancis :
20 Jun 2012 : Swedia 2-0 Prancis (Euro 2012)
15 Jun 2012 : Ukraina 0-2 Prancis (Euro 2012)
11 Jun 2012 : Prancis 1-1 Inggris (Euro 2012)
6 Jun 2012 : Prancis 4-0 Estonia (persahabatan)
1 Jun 2012 : Prancis 2-0 Serbia (persahabatan)
Prediksi Spanyol vs Prancis, starting XI :
Spanyol (4-3-3)
Casillas
Arbeloa – Pique – Ramos – Alba
Xavi – Busquets – Alonso
Silva – Torres – Iniesta
Pelatih : Vicente del Bosque (Spanyol)
Prancis (4-2-3-1)
Lloris
Debuchy – Rami – Koscielny – Clichy
M’Vila – Cabaye
Menez – Nasri – Ribery
Benzema
Absen : Mexes (hukuman)
Pelatih : Laurent Blanc (Prancis)
Wasit : Nicola Rizzoli/Italia
Asisten Wasit 1 : Renato Faverani/Italia
Asisten Wasit 2 : Andrea Stefani/Italia
Ofisial Keempat : Craig Alexander Thomson/Skotlandia
Donetsk,Meskipun lebih diunggulkan pada laga ini, Spanyol ternyata memiliki sejarah buruk melawan Prancis. Di kompetisi-kompetisi besar seperti Euro ataupun Piala Dunia, Spanyol belum pernah sekalipun mengalahkan Prancis. Di tiga laga persahabatan terakhir kedua tim, Spanyol selalu menang. Namun di lima laga kompetisi resmi terakhir, Prancis-lah yang selalu menang.
- Terakhir kali kedua tim bertemu pada laga persahabatan Maret 2010, dimana Spanyol mampu mengalahkan Prancis 2-0 di Paris berkat gol David Villa dan Sergio Ramos.
- Terakhir kali kedua tim bertemu di turnamen Euro, pada tahun 2000 di Belanda-Belgia. Saat itu Prancis berhasil menyisihkan Spanyol 2-1 di perempat final berkat gol Zinedine Zidane dan Youri Djorkaeff. Enam tahun kemudian, kedua tim bertemu lagi, kali ini di perdelapan final Piala Dunia 2006 Jerman. Prancis kembali mengalahkan Spanyol 3-1 berkat gol Franck Ribery, Patrick Vieira, dan Zidane.
- Starting XI kedua tim pada laga persahabatan Maret 2010 :
Prancis : Lloris, Sagna, Escude, Ciani, Evra, Gourcuff, L. Diarra, Toulalan, Ribery (Malouda 74‘), Henry (Govou 64′), Anelka (Cisse 77′).
Spanyol : Casillas, Ramos, Puyol (Albiol 46′), Pique, Arbeloa, Alonso (Senna 64′), Busquets, Silva (Guiza 81′), Fabregas (Xavi 46′), Iniesta (Navas 64′), Villa (Torres 46‘).
- Dari total 30 pertemuan kedua tim, Spanyol menang 13 kali, imbang enam kali, dan kalah 11 kali. Seluruh kemenangan Spanyol atas Prancis diraih pada laga persahabatan.
- Kemenangan terbesar Spanyol atas Prancis diraih pada laga persahabatan April 1929, kala itu Spanyol membantai Prancis 8-1.
- Sejak kalah dari Prancis di Piala Dunia 2006, Spanyol hanya kalah tiga kali dari 46 laga resmi Euro dan Piala Dunia, dengan 40 kemenangan.
- Prancis tak terkalahkan dari 23 pertandingan di semua kompetisi sebelum menyerah 0-2 dari Swedia di laga terakhir Grup D.
- Tim terakhir yang mampu mengalahkan Spanyol di turnamen Euro adalah Portugal pada tahun 2004, ketika gol telat Nuno Gomes menyingkirkan Spanyol di perempat final.
- Pada laga terakhir Spanyol melawan Kroasia di Grup C, sebanyak 639 operan dilakukan para pemain Spanyol menurut data yang didapat SunduL.
- Jelang laga sengit perempat final ini, tim Prancis malah mengalami masalah kebugaran. Samir Nasri dan Franck Ribery dikabarkan absen pada sesi latihan Rabu karena cedera ringan. Sementara Yohan Cabaye absen pada laga melawan Swedia karena cedera paha. Bek Philippe Mexes dipastikan absen pada laga ini karena akumulasi kartu kuning.
- Pemenang pada laga ini telah ditunggu Portugal di semi-final.
Head 2 Head :
4 Mar 2010 : Prancis 0-2 Spanyol (persahabatan)
7 Feb 2008 : Spanyol 1-0 Prancis (persahabatan)
28 Jun 2006 : Spanyol 1-3 Prancis (Piala Dunia 2006)
5 pertandingan terakhir Spanyol :
19 Jun 2012 : Kroasia 0-1 Spanyol (Euro 2012)
15 Jun 2012 : Spanyol 4-0 Rep. Irlandia (Euro 2012)
10 Jun 2012 : Spanyol 1-1 Italia (Euro 2012)
4 Jun 2012 : Spanyol 1-0 China (persahabatan)
31 Mei 2012 : Spanyol 4-1 Korea Selatan (persahabatan)
5 pertandingan terakhir Prancis :
20 Jun 2012 : Swedia 2-0 Prancis (Euro 2012)
15 Jun 2012 : Ukraina 0-2 Prancis (Euro 2012)
11 Jun 2012 : Prancis 1-1 Inggris (Euro 2012)
6 Jun 2012 : Prancis 4-0 Estonia (persahabatan)
1 Jun 2012 : Prancis 2-0 Serbia (persahabatan)
Prediksi Spanyol vs Prancis, starting XI :
Spanyol (4-3-3)
Casillas
Arbeloa – Pique – Ramos – Alba
Xavi – Busquets – Alonso
Silva – Torres – Iniesta
Pelatih : Vicente del Bosque (Spanyol)
Prancis (4-2-3-1)
Lloris
Debuchy – Rami – Koscielny – Clichy
M’Vila – Cabaye
Menez – Nasri – Ribery
Benzema
Absen : Mexes (hukuman)
Pelatih : Laurent Blanc (Prancis)
Nani Merasa Berhutang Budi Kepada Pelatih Portugal
Luis Nani mengaku berutang budi kepada Paulo Bento yang memberikan dukungan kepada dirinya saat merintis jalan menjadi pemain sepak bola profesional.
Sejauh ini, Luis Nani tampil impresif bersama dengan skuad Seleccao di gelaran Euro 2012. Menjadi starter di tiga laga babak penyisihan Grup dan siap tampil sejak awal saat Portugal menghadapi Ceko.
Luis Nani kemudian berterima kasih kepada Bento yang sudah menjadi mentor yang baik untuknya saat berada di akademi Sporting Lisbon. Menurut Nani, jika bukan karena Bento, maka dirinya tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.
"Bento adalah salah satu alasan saya menjadi seperti saat ini. Karena dia membukakan pintu peluang dan membuat saya sadar akan kesalahan yang seringkali saya lakukan," ucap Luis Nani kepada reporter.
"Dia membuat saya percaya jika saya memang diinginkan di sini, seperti saya sekarang ini. Saya memang perlu berbenah beberapa hal, dan dia percaya kepada saya."
Bento ditunjuk menjadi pelatih timnas Portugal di tengah situasi sulit yang membelit tim. Saat itu Seleccao hanya meraih satu poin dari dua laga pembuka kualifikasi. Dan Nani percaya jika kehadiran Bento membawa antusiasme baru ke dalam tim.
"Bento datang dengan mental yang bagus, juga sikap yang tepat. Lalu kemudian dia melakukan itu semua, dia mengubah pola pikir kami," pungkas Winger Manchester United itu.
Sejauh ini, Luis Nani tampil impresif bersama dengan skuad Seleccao di gelaran Euro 2012. Menjadi starter di tiga laga babak penyisihan Grup dan siap tampil sejak awal saat Portugal menghadapi Ceko.
Luis Nani kemudian berterima kasih kepada Bento yang sudah menjadi mentor yang baik untuknya saat berada di akademi Sporting Lisbon. Menurut Nani, jika bukan karena Bento, maka dirinya tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.
"Bento adalah salah satu alasan saya menjadi seperti saat ini. Karena dia membukakan pintu peluang dan membuat saya sadar akan kesalahan yang seringkali saya lakukan," ucap Luis Nani kepada reporter.
"Dia membuat saya percaya jika saya memang diinginkan di sini, seperti saya sekarang ini. Saya memang perlu berbenah beberapa hal, dan dia percaya kepada saya."
Bento ditunjuk menjadi pelatih timnas Portugal di tengah situasi sulit yang membelit tim. Saat itu Seleccao hanya meraih satu poin dari dua laga pembuka kualifikasi. Dan Nani percaya jika kehadiran Bento membawa antusiasme baru ke dalam tim.
"Bento datang dengan mental yang bagus, juga sikap yang tepat. Lalu kemudian dia melakukan itu semua, dia mengubah pola pikir kami," pungkas Winger Manchester United itu.
Manuel Neuer Sebut Yunani Tim Agresif
![]() |
| Manuel Neuer |
Memang, sebetulnya kedua blok di atas punya kasta sama jika parameternya eks juara. Di perempat final yang akan mentas di Ukraina mewakilkan Spanyol, Prancis, dan Italia sebagai bekas kampiun. Sementara itu, di quarterfinals yang digelar di Polandia, punya Jerman, Rep. Ceska, dan Yunani.
Artinya, dari aspek sejarah, kelolosan tim-tim di Grup A, Ceska dan Yunani bisa dibilang layak. Namun, karena kualitas individu Rusia yang terbaik dari ketiganya, dan status tuan rumah yang disandang Polandia, membuat ketidaklolosan Rusia-Polandia sebagai kejutan alih-alih kewajaran buat Ceska-Yunani.
Manuel Neuer tahu betul bahwa meski “hanya” berhadapan dengan Yunani, Der Panzer sama sekali tak boleh lengah. “Tak akan ada pemain yang bakal meremehkan Yunani. Kami tahu persis bahwa tim seperti ini bisa menyakitkan kami, layaknya apa yang dilakukan Denmark. Saya pikir Yunani berada di level yang sama (dengan Denmark),” ujar kiper Die Nationalmannschaft itu, saat ditemui di mixed zone stadion Lviv, seusai kemenagan atas Tim Dinamit.
Seperti juga dituturkan seorang rekan wartawan asal Yunani yang berbasis di Muenchen, Hellas punya kecenderungan untuk tampil lebih baik justru jika lawan yang dihadapi di atas kertas berkualitas lebih baik. “Melawan Polandia dan Ceska seluruh pemain tampak agak meremehkan lawan. Lihat bagaimana perbedaan karakter saat Rusia yang ditemui,” begitu ujarnya.
Saat melawan Rusia, Giorgios Karagounis dkk. seperti kesetanan. Bola tak pernah dibiarkan berada dalam kendali Rusia. Pressing ketat terus dipraktikkan, meski ada kalanya mereka mundur guna mengoptimalkan serangan balik.
“Yunani sangat agresif serta penuh determinasi dan tenaga. Tak ada yang menyangka Rusia bisa mereka kalahkan. Karena itu kami tak akan mengaggap enteng Yunani, dan tim-tim lain tentunya,” lanjut Neuer lagi, sambil mengungkapkan bahwa Jerman yang baru menjuarai Grup B dengan nilai sempurna, masih punya banyak ruang untuk perbaikan.
Jumpa Prancis, Tim Matador Andalkan Iniesta "tsubasa"
Sebagian orang mungkin cukup mengenal serial kartun Captain Tsubasa. Dipopulerkan oleh Jepang, tokoh utama dalam serial kartun ini, Tsubasa Ozora ternyata memiliki ketenaran yang cukup mendunia. Tak hanya di Asia, pun di belahan Eropa.
Dalam serial yang mulai ditayangkan di Jepang medio 1980-an ini, sang tokoh utama, Tsubasa Ozora, digambarkan memiliki kemampuan istimewa sebagai pesepak bola. Bahkan, salah satu mantan pemain timnas Jepang, Hidetoshi Nakata pun tak sungkan mengakui kariernya terinspirasi oleh Tsubasa.
Peran yang diemban Nakata saat bermain pun mirip dengan tokoh Tsubasa, yakni sebagai gelandang serang. Memiliki skill di atas rata-rata, dan kerap menjadi andalan timnya dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Menariknya, pada gelaran Euro 2012 di Polandia-Ukraina, muncul sosok "Tsubasa" yang mampu memikat perhatian para penggemar sepak bola di seantero dunia. Tsubasa yang dimaksud di sini tentu bukan tokoh animasi yang bermain untuk tim Nankatsu. Pun bukan Nakata, yang sudah memutuskan gantung sepatu sejak beberapa tahun silam.
Harian kenamaan Spanyol, Marca merilis sebuah kompilasi gambar aksi gelandang andalan La Furia Roja, Andres Iniesta. Dalam sebuah artikelnya, Marca menyamakan Iniesta dengan tokoh kartun buatan Yoici Takahashi tersebut.
Marca menyandingkan foto dua aksi Iniesta kala berlaga melawan Italia dan Kroasia, dengan salah satu cuplikan dalam film Captain Tsubasa. Foto pertama menampilkan Iniesta yang tengah beraksi dengan bola dan dikepung lima pemain Italia. Sementara pada foto lain, terlihat enam orang pemain Kroasia berusaha menahan aksi playmaker andalan Barcelona itu. Di antara dua foto itu, tampak juga gambar Tsubasa yang tengah dikerumuni tujuh pemain lawan.
Secara sekilas, memang ada kemiripan dalam tiga gambar tersebut. Ketiganya menampilkan aksi seorang pemain yang berusaha dihentikan oleh segerombolan pemain lawan. Selain itu, kemiripan lain dari kedua tokoh, Iniesta dan Tsubasa adalahs ama-sama memiliki skill mumpuni dan menjadi andalan di tim masing-masing.
"Aku sudah melihat fotoku yang dikerubut lima pemain (Italia)? Aku sudah melihatnya dan hari ini aku melihat lagi foto yang lain (melawan Kroasia). Aku juga melihat gambar yang dibandingkan dengan serial kartun Tsubasa. Itu sangat lucu dan menghibur,” tutur Iniesta seperti dikutip dari Marca .
Dalam cerita di serial kartun tersebut, Tsubasa berhasil mengantarkan Jepang melaju hingga final Piala Dunia. Prestasi tersebut pun mampu diwujudkan Iniesta bersama Spanyol. Tak tanggung-tanggung, Iniesta tampil sebagai pahlawan Tim Matador melalui gol tunggalnya ke gawang Belanda di final Piala Dunia 2010.
Di Euro 2012, aksi-aksi Iniesta dipastikan akan kembali menjadi daya tarik banyak orang. Setelah berhasil membawa Spanyol melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup C, Prancis pun sudah menunggu. Di babak 8-besar itu, Spanyol tentu berharap Iniesta mampu kembali memnculkan aksi-aksi ala Tsubasa itu. Dan bukan tidak mungkin gerombolan pemain Les Bleus pun akan terus berusaha menghentikan Iniesta, seperti laiknya yang dilakukan Italia dan Kroasia.
"Kami antusias memenangi Euro 2012 dan menciptakan sejarah," pungkas Iniesta.
Dalam serial yang mulai ditayangkan di Jepang medio 1980-an ini, sang tokoh utama, Tsubasa Ozora, digambarkan memiliki kemampuan istimewa sebagai pesepak bola. Bahkan, salah satu mantan pemain timnas Jepang, Hidetoshi Nakata pun tak sungkan mengakui kariernya terinspirasi oleh Tsubasa.
Peran yang diemban Nakata saat bermain pun mirip dengan tokoh Tsubasa, yakni sebagai gelandang serang. Memiliki skill di atas rata-rata, dan kerap menjadi andalan timnya dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Menariknya, pada gelaran Euro 2012 di Polandia-Ukraina, muncul sosok "Tsubasa" yang mampu memikat perhatian para penggemar sepak bola di seantero dunia. Tsubasa yang dimaksud di sini tentu bukan tokoh animasi yang bermain untuk tim Nankatsu. Pun bukan Nakata, yang sudah memutuskan gantung sepatu sejak beberapa tahun silam.
Harian kenamaan Spanyol, Marca merilis sebuah kompilasi gambar aksi gelandang andalan La Furia Roja, Andres Iniesta. Dalam sebuah artikelnya, Marca menyamakan Iniesta dengan tokoh kartun buatan Yoici Takahashi tersebut.
Marca menyandingkan foto dua aksi Iniesta kala berlaga melawan Italia dan Kroasia, dengan salah satu cuplikan dalam film Captain Tsubasa. Foto pertama menampilkan Iniesta yang tengah beraksi dengan bola dan dikepung lima pemain Italia. Sementara pada foto lain, terlihat enam orang pemain Kroasia berusaha menahan aksi playmaker andalan Barcelona itu. Di antara dua foto itu, tampak juga gambar Tsubasa yang tengah dikerumuni tujuh pemain lawan.
Secara sekilas, memang ada kemiripan dalam tiga gambar tersebut. Ketiganya menampilkan aksi seorang pemain yang berusaha dihentikan oleh segerombolan pemain lawan. Selain itu, kemiripan lain dari kedua tokoh, Iniesta dan Tsubasa adalahs ama-sama memiliki skill mumpuni dan menjadi andalan di tim masing-masing.
"Aku sudah melihat fotoku yang dikerubut lima pemain (Italia)? Aku sudah melihatnya dan hari ini aku melihat lagi foto yang lain (melawan Kroasia). Aku juga melihat gambar yang dibandingkan dengan serial kartun Tsubasa. Itu sangat lucu dan menghibur,” tutur Iniesta seperti dikutip dari Marca .
Dalam cerita di serial kartun tersebut, Tsubasa berhasil mengantarkan Jepang melaju hingga final Piala Dunia. Prestasi tersebut pun mampu diwujudkan Iniesta bersama Spanyol. Tak tanggung-tanggung, Iniesta tampil sebagai pahlawan Tim Matador melalui gol tunggalnya ke gawang Belanda di final Piala Dunia 2010.
Di Euro 2012, aksi-aksi Iniesta dipastikan akan kembali menjadi daya tarik banyak orang. Setelah berhasil membawa Spanyol melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup C, Prancis pun sudah menunggu. Di babak 8-besar itu, Spanyol tentu berharap Iniesta mampu kembali memnculkan aksi-aksi ala Tsubasa itu. Dan bukan tidak mungkin gerombolan pemain Les Bleus pun akan terus berusaha menghentikan Iniesta, seperti laiknya yang dilakukan Italia dan Kroasia.
"Kami antusias memenangi Euro 2012 dan menciptakan sejarah," pungkas Iniesta.
Rooney menbar ancaman kepada italia
Striker Inggris Wayne Rooney menebarkan ancaman kepada Italia. Ia mengatakan Italia tidak akan bisa menikmati petualangannya di Euro 2012 ketika kedua tim akan bertemu di perempat-final.
Ancaman itu disampaikan Rooney setelah skuat Three Lions mengamankan tiket ke perempat-final selepas mengalahkan Ukraina 1-0 pada laga penyisihan Grup D dini hari tadi.
Dalam laga tersebut, Rooney menjadi pahlawan bagi kemenangan Inggris. Debutnya di Euro kali ini ditandai dengan mencetak satu gol di menit ke-48.
Striker Manchester United ini menegaskan Inggris sepatutnya untuk diperhatikan di perhelatan Euro kali ini. Ia pun siap untuk meladeni setiap lawan yang akan dihadapi di babak berikutnya.
"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, tak ada masalah [siapa lawan yang akan dihadapi di perempat-final nanti]. Paling utama sekarang ini adalah lolos dari penyisihan grup dan finis di posisi teratas," kata Rooney seperti dilansir dari laman Sky Sports.
"Kami menyadari kualitas yang kami miliki dan kami yakin mampu untuk mengatasi setiap lawan. Kami sudah bekerja keras sejauh ini, melakukan banyak latihan teknik."
"Kami ini sulit untuk dikalahkan dan saya rasa tak akan ada tim manapun yang suka untuk menghadapi kami saat ini," ujarnya.
Ancaman itu disampaikan Rooney setelah skuat Three Lions mengamankan tiket ke perempat-final selepas mengalahkan Ukraina 1-0 pada laga penyisihan Grup D dini hari tadi.
Dalam laga tersebut, Rooney menjadi pahlawan bagi kemenangan Inggris. Debutnya di Euro kali ini ditandai dengan mencetak satu gol di menit ke-48.
Striker Manchester United ini menegaskan Inggris sepatutnya untuk diperhatikan di perhelatan Euro kali ini. Ia pun siap untuk meladeni setiap lawan yang akan dihadapi di babak berikutnya.
"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, tak ada masalah [siapa lawan yang akan dihadapi di perempat-final nanti]. Paling utama sekarang ini adalah lolos dari penyisihan grup dan finis di posisi teratas," kata Rooney seperti dilansir dari laman Sky Sports.
"Kami menyadari kualitas yang kami miliki dan kami yakin mampu untuk mengatasi setiap lawan. Kami sudah bekerja keras sejauh ini, melakukan banyak latihan teknik."
"Kami ini sulit untuk dikalahkan dan saya rasa tak akan ada tim manapun yang suka untuk menghadapi kami saat ini," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
















