Bola.net - Parma resmi merekrut Amauri, eks striker Juventus yang pernah mereka pinjam pada musim 2010-11 lalu.
Pemain 32 tahun kelahiran Brasil itu menyandang status free transfer musim panas ini setelah menghabiskan waktu enam bulan memperkuat Fiorentina.
Amauri dihubungkan dengan sejumlah klub, tapi Parma lah yang berhasil 'menangkap' striker penyumbang tujuh gol dalam 11 penampilannya selama berada di Emilia-Romagna itu.
"Parma mengumumkan bahwa sudah tercapai kesepakatan dengan striker Brasil Amauri, yang akan kembali memperkuat klub setelah memberi kontribusi besar pada musim 2010-11," bunyi pernyataan di situs resmi Gialloblu.
Amauri meneken kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun dan akan dipresentasikan secara resmi kepada media pada hari Selasa (03/7) ini.
Pages
Tampilkan postingan dengan label Parma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parma. Tampilkan semua postingan
Donadoni Minta Giovinco Tunjukkan Kelasnya Di Juventus
Pelatih Parma Roberto Donadoni meminta Sebastian Giovinco menunjukkan kelasnya saat berseragam Juventus musim depan. Ia tidak mau pemain berusia 25 tahun itu menyia-nyiakan talenta yang dimilikinya seperti saat bermain untuk Bianconeri pada periode 2008-2010 lalu.
"Saya harap ia bisa menemukan konsistensinya di Turin," kata mantan pelatih Italia tersebut kepada Sky Sport Italia.
Juventus musim lalu menjual sebagian kepemilikan Giovinco seharga 3,75 juta euro kepada Parma, akan tetapi musim panas ini mereka membeli lagi kepemilikan tersebut seharga 11 juta euro.
"Memang benar bahwa tidak ada satu pun pemain yang mendapatkan jaminan sebagai pemain inti, oleh karena itu ia [Giovinco] harus menunjukkan apa yang bisa ia lakukan tiap kali dipanggil," kata Donadoni. "Giovinco telah banyak berkembang, akan tetapi ia masih bisa lebih baik lagi. Ia akan menjadi seorang pemain yang sangat bagus," tambahnya.
"Saya harap ia bisa menemukan konsistensinya di Turin," kata mantan pelatih Italia tersebut kepada Sky Sport Italia.
Juventus musim lalu menjual sebagian kepemilikan Giovinco seharga 3,75 juta euro kepada Parma, akan tetapi musim panas ini mereka membeli lagi kepemilikan tersebut seharga 11 juta euro.
"Memang benar bahwa tidak ada satu pun pemain yang mendapatkan jaminan sebagai pemain inti, oleh karena itu ia [Giovinco] harus menunjukkan apa yang bisa ia lakukan tiap kali dipanggil," kata Donadoni. "Giovinco telah banyak berkembang, akan tetapi ia masih bisa lebih baik lagi. Ia akan menjadi seorang pemain yang sangat bagus," tambahnya.
Sejarah Team Parma
Sejarah tim Serie A lain: Daftar Prestasi Club:
Parma Football Club atau yang lebih dikenal dengan sebutan Parma adalah klub sepakbola Italia yang bermarkas di daerah Emilia Romagna. Parma pertama kali didirikan di bulan Juli 1913 dengan nama klub, Verdi Football Club. Nama klub diambil untuk menghormati legenda komposer musik opera terkemuka, Giuseppe Verdi yang lahir di provinsi Parma. Empat bulan kemudian Parma merubah namanya menjadi Parma Football Club.
Parma mulai memasuki liga Italia musim 1919/1920 dan musim 1928/1929 Parma berhasil finish di pos kedua kompetisi Prima Divisione, dengan hasil tersebut Parma berhak mengikuti kompetisi di Seri B. Berkarir di Seri B, Parma pun mengubah namanya lagi menjadi Associazione Sportiva Parma. Musim 1935/1936 Parma harus turun kasta ke Seri C dan bertahan disana sampai tahun 1943. Sampai era tahun 1980-an Parma hanya bermain di Seri B dan Seri C, bahkan di tahun 1966 Parma pernah mencicipi kompetisi di Seri D.
Tahun 1990 merupakan tahun bersejerah bagi Parma dengan berhasil naik ke Seri A. Dibawah arahan Scala, Parma berubah menjadi tim kuat dengan berhasil merebut gelar Piala Italia (1992), Piala Winners (1993), Piala Super Eropa (1993), dan juga Piala UEFA (1995). Tahun 2005 setelah mengalami masalah keuangan yang terjadi sejak tahun 2003, klub Parma akhirnya dijual kepada Lorenzo Sanz.
Mempunyai pemilik baru, nama klub pun diganti lagi ke nama semula yaitu Parma Football Club. Dibawah kepemimpinan presiden baru, Tomasso Ghirardi, tahun 2008 Parma sempat terdegradasi ke seri B dan semusim kemudian bisa naik lagi ke Seri A yang saat itu dilatih Francesco Guidolin. Menjalani Musim 2010/2011 Parma yang saat itu dilatih Pasquale Marino mengalami keadaan yang buruk dengan minimnya hasil kemenangan di Seri A yang membuat posisi Parma terseok-seok di zona degradasi. Namun dengan masuknya pelatih baru Franco Colomba, Parma akhirnya berhasil bangkit di dua bulan terakhir kompetisi dengan berhasil finish di pos ke-12 Seri A.Sumber: bola.vivanews.com
Langganan:
Komentar (Atom)


