Pages

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Piala Asia: Kalah, Arab pecat pelatih

Minggu, 09 Januari 2011 0 komentar
Kekalahan dari Suriah di laga pertamanya di Piala Asia 2011 rupanya sebuah kesalahan amat besar buat Jose Peseiro. Karena itu pihak federasi langsung mencopot pria Portugal itu sebagai pelatih kepala.
Hal tersebut terjadi tak lama setelah Arab secara mengejutkan takluk 1-2 dari Suriah, Minggu (9/1/2011) malam di Doha. Dilaporkan Reuters, Nasser Al-Johar, salah satu staf Peseiro, ditunjuk sebagai suksesornya.

Al-Johar juga mengambil alih tugas pelatih kepala di Piala Asia 2000, ketika Arab memecat Milan Macala setelah kalah 1-4 dari Jepang di pertandingan pembukaan. Ia lalu membawa tim tersebut menembus final, tapi kalah dari tim yang sama.

“Kualitas para pemain tidak seperti yang kami harapkan, mereka tidak bermain dengan hati. Saya menyalahkan para pemain dan telah membebastugaskan pelatih,” demikian pernyataan presiden federasi sepakbola Arab, Sultan bin Fahd bin Abdulaziz.

“Ini tak bisa diterima untuk Arab Saudi. Pelatih punya waktu yang cukup, lebih dari setahun setengah, untuk melakukan sebuah pekerjaan yang sempurna.”

Peseiro (50), yang bertugas sejak Februari 2009, mulai berada di bawah tekanan setelah tim asuhannya gagal lolos ke Piala Dunia lalu di Afrika Selatan, yang merupakan kegagalan pertama negara tersebut sejak 1990.

Begitu kalah dari Suriah, para wartawan langsung mencecarnya di sesi konferensi pers. Ini adalah kali kedua Arab kalah dari Suriah dalam 24 pertemuan sejak 1976.

“Apakah Anda bertanggung jawab untuk itu, dan jika demikian, apakah Anda akan mundur?” tanya seorang jurnalis.

“Saya percaya pada tim ini, saya percaya kami adalah skuad pemenang,” jawab Peseiro dengan tatapan seperti marah pada wartawan tersebut.

“Lihatlah Spanyol di Piala Dunia, mereka kalah di laga pertama dan finish sebagai juara. Kalau kami mengalahkan Yordania dan Jepang di dua laga berikutnya, kami akan lolos ke babak selanjutnya.”

Peseiro, yang pernah bekerja dengan Carlos Queiroz di Real Madrid, juga ditanya apakah media Arab sudah benar dengan mengkritik dia dalam hal pemilihan pemain untuk dibawa ke Qatar.

“Apakah sekarang Anda menyalahkan kami atas kekalahan ini?” tanya seorang wartawan lain dengan kesan sarkas.

“Saya tidak bertanding melawan media. Saya berhadapan dengan Jepang, Yordania dan Suriah,” jawab Peseiro.

“Dengar ya, ini memang bukan hasil yang baik, tapi kami tidak bermain sebegitu buruknya. Kami memperlihatkan semangat yang bagus dan layak memperoleh hasil yang lebih baik.”

Konferensi pers sehari sebelum pertandingan juga diwarnai dengan “perdebatan” antara Peseiro dengan wartawan. Si pelatih mengatakan bahwa dia hanya bisa menjawab para pemainnya, bukan kepada jurnalis.

“Kalian bebas untuk menulis apa saja yang kami mau, tapi jangan menurunkan moral pemain-pemain saya,” tukasnya, sebelum keputusan pemecatan dijatuhkan federasi kepada dia.

via Detiksport

Piala Asia: Jepang ditahan Jordania

0 komentar
Kejutan nyaris terjadi di partai perdana Grup B Piala Asia 2011, Minggu (9/1/2011). Tim unggulan Jepang nyaris kandas oleh perlawanan alot Jordania. Untungnya, “Samurai Biru” memiliki Maya Yoshida yang berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-90.
Hasil imbang ini menempatkan Jepang dan Jordania di peringkat satu dan kedua Grup B. Adapun laga lain antara Arab Saudi dan Suriah berlangsung setelah pertandingan ini berakhir.

“Samurai Biru” sebenarnya tampil baik. Dari segi penguasaan bola, tim besutan Alberto Zaccheroni itu unggul sampai dengan 63 persen. Sayangnya, ketidaktenangan penyelesaian akhir membuat Jepang hampir tumpul sepanjang pertandingan.

Shinji Kagawa dan kawan-kawan lengah dua menit sebelum masa istirahat. Hasan Abdel Mahmoud sukses menaklukkan pertahanan Jepang melalui satu-satunya peluang yang ia miliki.

Jepang coba membalas di paruh kedua. Gelombang serangan mengalir deras ke pertahanan Jordania. Usaha mereka tak sia-sia karena Yoshida sanggup menyamakan kedudukan di akhir pertandingan.

Susunan Pemain
Jepang: Eiji Kawashima; Atsuto Uchida, Yasuyuki Konno, Maya Yoshida, Yuto Nagatomo, Yasuhito Endo, Daisuke Matsui (Shinji Okazaki 58), Makoto Hasebe, Ryoichi Maeda (Tadanari Lee 46), Keisuke Honda, Shinji Kagawa

Jordania: Amer Sabbah, Hatem Mohammad Yousef Aqel (Mohammad Aldmeiri 80), Basem Othman, Shadi Abu-Hashhash, Bashar Yaseen, Suliman Al-Salman, Abdallah Salim (Ahmad Alzugheir 71), Baha Suleiman, Amer Deeb, Hasan Abdel Mahmoud, Odai Alsaify

via Kompas

Piala Asia: China bekuk Kuwait 2-0

0 komentar
China berhasil mengawali kiprahnya di Piala Asia 2011 dengan gemilang setelah menekuk Kuwait dua gol tanpa balas pada laga Grup A di Stadion Al Gharafa, Sabtu (8/1).
Dengan kemenangan ini maka China bersama Uzbekistan sama-sama memimpin Grup A dengan poin tiga. Uzbekistan sendiri kemarin menang dengan skor serupa atas tuan rumah Qatar.

Kuwait yang lebih diunggulkan tampil baik di awal laga dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang mampu diraih Kuwait.

Di menit 12, Kuwait seharusnya mendapat hadiah penalti ketika kapten China Du Wei melanggar Bader Al Mutwa. Tapi wasit memutuskan tidak memberikan hadiah penalti.

Petaka menimpa Kuwait di menit ke-36 ketika Mesad Nada mendapat kartu merah karena menendang Yang Xu. Diusirnya Nada merubah jalannya pertandingan.

China yang lebih banyak tertekan mampu membuka keunggulannya di menit 58 lewat tendangan Zhang Lingpeng yang sempet mengenai bek Kuwait sehingga mengecoh kiper Yaqoub Al Taher.

Tendangan bebas gelandang Deng Zhuoxiang memastikan keunggulan 2-0 China saat laga tersisa sembilan menit lagi.

via Biangbola

Piala AFF: Gagal jadi tuan rumah, Filipina minta jatah

Sabtu, 11 Desember 2010 0 komentar
Mantan Presiden Federasi Sepakbola Filipina, Jose Mari Martinez, akan bertolak ke Jakarta untuk membicarakan secara detil dua laga final yang akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Di Jakarta nanti, Martinez akan berdiskusi dengan Sekejen Sepakbola ASEAN (AFF), Dato Pail Mony Samuel, dan Ketua Komite Kompetisi, Ravy Khek, untuk menyelesaikannya.

Sebelumnya, pemain Timnas Filipina marah dan tak mau menerima jika mereka bermain di Jakarta. Bahkan mereka meminta lebih baik main di Hanoi, Vietnam daripada di SUGBK.

“Saya sudah berbicara dengan Ravy melalui telepon dalam dua hari terakhir, dan saya memutuskan untuk menyerahkan hak tuan rumah semi-final. Karena itu, sebagai presiden PFF, saya memutuskan untuk memberikan leg pertama ke Jakarta," ujar Martinez.

“Tidak banyak orang yang tahu atau menerima bahwa kami tidak mempunyai stadion sepakbola yang sesuai keinginan AFF. Kami sudah mengecek tiga stadion yang memungkinkan, tapi tidak ada satu pun yang sesuai dengan standar FIFA dan AFF,” ungkap Mari Martinez dilansir laman Philstar.

“Saya pikir tempat netral tidak akan bisa menghadirkan penonton sebesar yang ada di Jakarta. Saya tidak ingin menghilangkan kesempatan tim nasional mendapat pengalaman bermain di hadapan 80 ribu penonton. Saya juga memikirkan tentang keuntungan yang akan diperoleh.”

Mari Martinez mengungkapkan, ia akan berusaha keras bernegosiasi dengan AFF mengenai pembagian keuntungan. Mari Martinez memperkirakan Stadion Utama Gelora Bung Karno akan disaksikan 80 ribu penonton.

“AFF akan menanggung tiket pesawat kami dan tempat penginapan. Itu diluar pembagian keuntungan yang akan terima. Saya tidak akan menerima tawaran leg semi-final kalau tak ada keuntungan 50 persen untuk tim nasional kami. Saya akan memberikan semua uang itu untuk pemain,” tutur Mari Martinez.

“Dan Palami hanya seorang tim manajer. Saya akan mengganti semua biaya yang sudah dia keluarkan. Tapi sebagian besar uang itu untuk pemain, karena mereka sudah bekerja keras.”

Mari Martinez memperkirakan pihaknya bakal mendapat sedikitnya $200 ribu dari penjualan tiket semi-final.

“Jika penonton berjumlah 40 ribu, dan kami mendapatkan $5 dari setiap lembar tiket yang dijual, kami akan mendapatkan $200 ribu. Tapi jika penonton mencapai 80 ribu, maka kami mendapat $400 ribu. Itu hanya untuk satu pertandingan. Kami akan menjalani dua laga di Jakarta,” jelas Mari Martinez.

Piala AFF: Harga tiket semifinal melonjak

0 komentar
Jelang semifinal Piala AFF 2010 antara Filipina melawan Indonesia, Panitia Lokal menaikkan harga tiket hingga 100 persen.

Semifinal akan digelar pada 16 dan19 Desember nanti dan panitia siap mencetak 70.725 lembar tiket untuk leg pertama. Jumlah itu 10 ribu lembar lebih banyak dibandingkan saat babak penyisihan grup A sebelumnya.

"Untuk kelas tertinggi yakni VVIP, yang dicetak dalam jumlah terbatas, kami menaikkannya dari semula Rp. 250 ribu menjadi Rp.500 ribu,'' terang Ketua Panitia Lokal, Joko Driyono.

Alasan Joko menaikkan harga tiket untuk menutupi biaya pertandingan yang ditanggung sebelumnya saat laga penyisihan di grup A, termasuk pertandingan terakhir yang dimainkan di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang.

Harga tiket yang tidak dinaikkan, hanya untuk di bagian tribun seharga Rp. 50.000.

"Tiket semifinal leg pertama sudah bisa diperoleh mulai Senin (13/12) nanti di loket-loket yang sama,'' tutup Joko.

Berikut Daftar Harga Tiket:

VVVIP: Dari Rp. 250.000 menjadi Rp. 500.000
VIP Timur: Dari Rp. 150.000 menjadi Rp. 250.000
Kategori I: Dari Rp. 100.000 menjadi Rp. 150. 000
Kategori II (Belakang Gawang): Dari Rp. 75.000 menjadi Rp. 100.000
Tribun: Tetap Rp. 50.000

Riedl: 'Lawan mana saja tak masalah'

Selasa, 07 Desember 2010 0 komentar

Beberapa prediksi Alfred Riedl terkait persaingan di Piala AFF meleset. Meski banyak kejutan terjadi, dia siap menghadapi siapapun yang menantang Indonesia di babak semifinal.

Di Grup A terdepaknya Thailand menjadi salah satu kejutan terbesar yang terjadi. Sebelum ditumbangkan Indonesia dengan 1-2, negara pemilik tiga gelar Piala AFF tersebut dua kali diimbangi Laos 2-2 dan sama-sama gagal mencetak gol dalam laga kontra Malaysia.

"Pada awal turnamen saya sudah mengatakan kalau kami akan bertemu Thailand dua kali: di grup dan final. Tapi pada kenyataannya mereka tak lolos," sahut Riedl usai laga yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (7/12/2010) malam WIB.

Kejutan juga terjadi di Grup B setelah Filipina bisa mengimbangi Singapura dan menundukkan tuan rumah Vietnam dengan skor 2-0. Mengandalkan cukup banyak pemain naturalisasi, Filipina jadi kekuatan baru Asia Tenggara yang wajib diwaspadai.

Siapa yang menghadapi Indonesia di babak semifinal hingga kini belum diketahui. Laga antara Myanmar kontra Filipina dan Vietnam yang menghadapi Singapura akan menentukan siapa lawan Pasukan 'Merah Putih' di babak empat besar. Filipina (4 poin) kini masih memuncaki Grup B, diikuti Singapura (4) di posisi dua dan Vietnam (3) di tangga ketiga.

Saat ditanya soal tim yang masih berpeluang lolos tersebut, Riedl menyebut ketiganya sama-sama kuat. Namun dia siap menghadapi siapapun yang nantinya lolos dan harus dihadapi anak didiknya.

"Belakangan saya lihat Vietnam, Filipina dan Singapura kuat. Bahkan malaysia punya fighting spirit yang bagus. Jadi saya pikir tak ada masalah lawan siapapaun," tuntas mantan pembesut Laos itu.

(via detiksport)
Foto: Alfred Riedl (gettyimages)

Piala AFF: Tau diri, Malaysia berterima kasih pada Indonesia

0 komentar

Pelatih Malaysia K. Rajagopal berterima kasih pada Indonesia yang turut membantu timnya lolos ke semifinal AFF Suzuki Cup 2010. Ia menilai Bambang Pamungkas cs tim yang profesional.

Malaysia menjadi runner up Grup A di bawah Indonesia setelah memenangi laga terakhirnya melawan Laos dengan skor 5-1. Kemenangan ini bisa saja sia-sia jika Thailand bisa mengalahkan Indonesia. Faktanya, pasukan "Garuda" sukses menaklukkan "Gajah Putih" dengan 2-1 di Jakarta.

"Kemenangan itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah tim profesional. Kami ucapkan terimakasih kepada Indonesia," ujar Rajagopal kepada pers, seusai pertandingan timnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (7/12/2010) malam.

Malaysia akan bertemu juara Grup B yang baru ditemukan pada pertandingan Rabu malam di Vietnam, sedangkan Indonesia berjumpa runner up grup tersebut. Tiga tim yang masih berpeluang dari Grup B adala Filipina, Singapura dan juara bertahan Vietnam.

(via detiksport)
Foto: Selebrasi Firman Utina cs setelah menghajar gawang Malaysia, Rabu (1/12/2010) malam WIB. (Adek Berry/gettyimages)

SBY: 'Tetap semangat!'

0 komentar

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersyukur atas kemenangan tim Merah Putih yang mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 dalam babak penyisihan Piala AFF 2010. Di hadapan ratusan tamu undangan di Istana Tampaksiring, SBY menyatakan sukacitanya.
“Alhamdulillah,” kata SBY sesaat setelah pertandingan usai. Hal tersebut dikatakan SBY saat nonton bareng di Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (7/12/2010).

Meski kesebelasan tim nasional tampil kurang maksimal, namun SBY menyatakan kepuasannya karena selama babak penyisihan Indonesia tak terkalahkan.

“Tak terkalahkan, tetap semangat,” ujar SBY.

Dari pantauan, baik Presiden, Ibu Ani ataupun para tamu undangan lain tampak tegang saat pertandingan babak kedua dimulai. Jika SBY tegang tapi tak terlalu bereaksi, justru Ibu Ani yang tampak lebih semangat.

Seringkali Ibu Ani menampilkan raut muka cemas, tegang, juga tertawa riang apalagi saat tim Garuda berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui tendangan pinalti oleh Bambang Pamungkas.

Keceriaan Ibu Ani tampak makin terlihat saat gol kedua juga diciptakan oleh Bambang Pamungkas. Ruang konferensi Istana Tampaksiring yang mulanya agak sepi sontak riuh. Mereka terus bertepuk tangan dan menjerit-jerit sekenanya.

Usai menang, Presiden pun mendapat ucapan selamat dari para menteri termasuk Panglima TNI dan Kapolri.

“Terimakasih,” ujar SBY sambil berlalu meninggalkan ruangan nobar.

sumber: detiksport
Foto: Christiano Gonzalez terlihat cukup kesulitan melewati salah seorang pemain Thailand dalam pertandingan penyisihan grup A Piala AFF, Selasa (7/12/2010) malam WIB. Pertandingan tersebut dimenangi oleh Indonesia dengan skor 2-1. (Adek Berry/gettyimages)

Tak larut, Riedl segera pantau lawan ke Vietnam

0 komentar

Alfred Riedl sepertinya tak mau pemainnya terlena dengan hasil 100% di babak grup Piala AFF. Sehari setelah kemenangan atas Thailand, pelatih asal Austria itu akan langsung memulai persiapan untuk laga semifinal.

Indonesia meraih hasil sangat memuaskan di Grup A Piala AFF 2010. Meraih tiga kemenangan dari tiga laga, Bambang Pamungkas dkk juga punya statistik sangat meyakinkan dengan membuat 13 gol dan hanya kemasukan dua kali.

Makin menyempurnakan hasil tersebut adalah kemenangan 2-1 atas Thailand di laga terakhir. Tim yang selama ini jadi momok di Asia Tenggara itu dikirim ke dalam kotak karena gagal lolos ke semifinal.

Rangkaian hasil gemilang tersebut tak membuat Riedl silau. Dalam konferensi pers usai kemenangan atas Thailand, Riedl langsung memaparkan rencana persiapan timnya untuk laga semifinal.

"Setelah ini besok jam 11 pagi tim latihan seperti biasa. Untuk pemain yang hari ini bermain full akan diberikan istirahat. Baru hari jumat kita latihan sampai tanggal 14. setelah itu kita berangkat ke luar negeri untuk hadapi siapaun lawan yang kita hadapi," beber Riedl.

Hingga kini belum diketahui siapa lawan yang bakal dihadapi Indonesia di babak semifinal karena di Grup B masih ada tiga tim yang berpeluang lolos. Untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi dua laga semifinal yang dilangsungkan pada 16 dan 19 Desember mendatang, Riedl dengan ditemani direktur teknis PSSI, Sutan Harhara, akan terbang ke Vietnam menyaksikan dua laga terakhir Grup B.

"Besok saya bersama Tuan Harhara, akan berangkat ke Vietnam untuk memantau lawan-lawan yang akan kita hadapi," lanjut Riedl.

Laga terakhir Grup B akan mempertemukan Myanmar kontra Filipina dan Vietnam yang menghadapi Singapura. Hingga kini Filipina (4 poin), Singapura (4) serta Vietnam (3) masih berpeluang lolos.

sumber: detiksport
Foto: Alfred Riedl (gettyimages)

Lolos ke semifinal, PSSI beri bonus 500 juta

0 komentar

Melenggangnya Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2010, membuat PSSI berjanji memberikan bonus sebesar Rp. 500 juta usai laga melawan Thailand.

Di babak semifinal, tim "Merah Putih" akan bertemu runner up grup B yang masih diperebutkan tiga tim yakni Singapura, Filipina dan Vetnam.

"Dana itu akan cair sebelum keringat mereka kering. Dana itu berasal dari semua anggota PSSI,'' ujar Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.

Nurdin pun menambahkan jika Firman Utina dkk mampu melaju hingga ke final, PSSI siap mengucurkan bonus sebesar Rp. 2,5 miliar dan Rp. 3 miliar.

Sementara itu pelatih Alfred Riedl mengatakan seharusnya laga melawan Thailand itu berakhir imbang karena tim tamu sendiri telah melakukan usaha yang cukup keras.

"Selama pertandingan 90 menit, saya pikir imbang hasil yang adil. Mereka menekan kami dengan luar biasa di babak kedua," jelas pelatih asal Austria itu.

"Kami memang melakukan perubahan strategi saat tertinggal 0-1. Kami lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Setelah kami mencetak gol balasan, Thailand sedikit kehilangan konsentrasi," tukasnya.

Foto: Suasana gembira para pemain Indonesia usai mengalahkan Thailand 2-1 pada pertandingan penyisihan grup A Piala AFF, Selasa (7/12/2010) malam WIB. (Adek Berry/gettyimages)

Piala AFF: Malaysia temani Indonesia

0 komentar

Timnas Malaysia menjadi pendamping Indonesia di grup A lolos ke semifinal Piala AFF 2010 usai menang telak 5-1 atas Laos di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Selasa (7/12).

Tambahan tiga angka ini membuat Malaysia meraih poin maksimal 4, sekaligus menyingkirkan Thailand yang hanya mengemas dua poin karena kalah dari Indonesia 1-2.

Malaysia langsung unggul 1-0 saat pertandingan baru berjalan emapt menit melalui Mohd Amri Bin Yahyah. Pertandingan pun semakin seru karena Laos mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 emapt menit kemudian melalui Lamnao.

Namun saat empat menit sebelum jeda, Malaysia kembali unggul menjadi 2-1 kembali Amri. Keunggulan ini membuat tim besutan Rajagobal itu menggeliat dan hal itu diperlihatkan saat memberondong laos dengan tiga gol berturut-turut melalui Mohd Amirulhadi Bin Zainal di menit 74, Norshahrul di menit ke-77 dan satu gol lagi di masa akhir pertandingan lewat Mahalli Bin Jasuli.

Menanggapi kemenangan ini, Rajagobal mengatakan jika timnya masih memiliki banyak kekurangan.

"Saya akan melakukan koreksi total kepada seluruh pemainnya. Bagi yang cedera tak menutup kemungkinan akan dipulangkan,'' katanya.

"Kombinasinya akan dilihat mana pemain yang lebih baik untuk diturunkan. Kemungkinan Mohd Amri Bin Yahyah tetap dipertahankan di depan karena mencetak dua gol," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada timnas Indonesia yang menang 2-1 atas Thailand.

"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah tim profesional. Kami ucapkan terima kasih kepada Indonesia,” ujarnya.

Di semifinal, Malaysia akan bertemu juara dari grup B yang masih diperebutkan tiga tim yang berpeluang yakni Singapura, tuan rumah Vietnam dan tim kejutan Filipina.

Piala AFF: Dua penalti BP lambungkan Indonesia

0 komentar

Dua gol penalti pemain pengganti, Bambang Pamungkas (BP), melambungkan Indonesia usai menang tipis 2-1 atas Thailand di pertandingan terakhir babak penyisihan grup A Piala AFF 2010, Selasa (7/12).

Dengan kemenangan ini, Indonesia sukses merebut nilai sempurna 9 hasil dari tiga kali pertandingan dan kokoh di puncak klasemen akhir grup A. Mereka pun menjadi tim produktif dengan memasukkan 13 gol dan hanya dua gol kemasukan.

Sedangkan bagi Thailand, kekalahan ini membuat mereka tetap meraih dua poin sekaligus tersingkir dan gagal melaju ke semifinal untuk kali kedua sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala AFF. Selain itu, dibawah besutan Bryan Robson, prestasi Thailand tahun ini terbilang terburuk karena tak mampu memetik kemenangan sekalipun.

Tampil dengan susunan pemain berbeda dimana Firman Utina, Ahmad Bustomi dan Hamka Hamzah tak dimainkan, Indonesia tetap tampil menyerang. Ketiga pemain tersebut digantikan Eka Ramdhani, Tony Sucipto dan M. Roby.

Di awal laga, kedua tim bermain agresif. Namun tuan rumah terlihat lebih gugup dan tak bisa tampil lepas meskipun sudah memastikan lolos ke semifinal. Hal ini dikarenakan Thailand yang sangat ngotot untuk memenangkan pertandingan untuk lolos dan mampu mengusai lini tengah permainan. Rapatnya lini pertahanan Thailand sendiri membuat duet "Garuda Emas", Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim tak mampu menembusnya. Skor kacamatapun tetap bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, permainan kedua tim lebih hidup dan saling silih ganti menyerang. Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, memasukkan BP menggantikan Irfan yang dinilai tak berkembang dan memainkan Arif Suyono menggantikan Okto Mainani yang juga tak bisa menembus sisi kanan pertahanan Thailand.

Sebuah peluang emas didapat "Gajah Putih" di menit ke-50 usai memanfaatkan kesalahan kiper Indonesia, Markus Harris Maulana yang keluar dari sarangnya. Sebuah tendangan kerasnya nyaris menjebol gawang Indonesia jika saja bek Maman Abdurrahman tak menghalaunya dengan sundulan.

Lima menit berselang, Thailand kembali mendapatkan peluang dengan memanfaatkan lemahnya sektor kiri Indonesia. Sebuah umpan silang disambut tendangan salto Kirati Keawsombut, namun masih bisa dihalau kiper Persib Bandung itu.

Seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno terbungkam saat Thailand mampu mencuri gol lebih dulu melalui Suree Sukha di menit ke-69. Sebuah tendangan volinya menghujam deras ke sudut kanan gawang yang membuat Markus hanya terpana.

Tak ingin malu dihadapan ribuan suporter yang tak henti-hentinya memberikan semangat, membuat "Merah Putih" tampil semakin agresif. Hasilnya, sebuah 'kesalahan kecil' bek Thailand, Panupong Wongsa, di menit ke-80 saat menjatuhkan Gonzales di depan mulut gawang, harus dibayar mahal dengan hukuman penalti. Dengan sempurna BP menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengecoh kiper Sinthaweechai "Kosin" Hattairattainakol.

Usai gol itu, permainan Indonesia semakin luar biasa dengan terus menekan pertahanan Thailand. Sebuah aksi individu ciamik Arif Suyono yang bermaksud melepaskan tendangan pressing, justru mengenai tangan Panupong didalam kotak penalti. Tanpa ampun wasit kembali memberi penalti untuk Indonesia dan mengganjar kartu kuning kedua untuk Panupong yang berarti kartu merah.

BP yang ditunjuk sebagai algojo, kembali sukses menjalankannya dan skor 2-1 berakhir hingga wasit asal Jepang, Sato Ryuji, meniup peluit panjang. Bagi striker Persija Jakarta itu, dua gol ini menjadikan torehan golnya selama membela Indonesia menjadi 34 gol.

Indonesia sendiri patut berbangga dengan kemenangan ini menjadi kemenangan yang ke sembilan kemenangan mereka atas Thailand sepanjang 30 kali pertemuan mereka. Thailand sendiri masih unggul kemenangan sebanyak 20 kali.

Foto: Bambang Pamungkas sukses menjadi algojo penalti bagi timnas Indonesia (Bay Ismoyo/gettyimages)

Riedl: Tak semudah yang dilihat

Sabtu, 04 Desember 2010 0 komentar

Indonesia kembali tampil gemilang di pertandingan kedua Piala AFF. Meski berhasil menggunduli Laos dengan skor 6-0, Alfred Riedl menyebut kalau laga tersebut tak semudah yang terlihat.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (4/12/2010) malam WIB, Indonesia memetik kemenangan keduanya di Piala AFF 2010 Grup A. Setelah menang 5-1 atas Malaysia, Firman Utina cs menghantam Laos dengan 6-0.

Gol-gol dari Firman Utina, M Ridwan, Irfan Bachdim, Arif Suyono dan Oktovianus Maniani memastikan Pasukan Merah Putih masuk ke semifinal sebagai juara grup. Meski menang besar, pelatih Alfred Riedl menyebut kalau laga berlangsung berat terutama di menit-menit awal.

"Ini sebuah pertandingan yang awalnya sulit. Kami ditahan 0-0 dan kemudian Laos punya peluang (yang mengenai tiang). 6-0 hasil yang oke, tapi di awal kami kesulitan. Ini tidak segampang kelihatannya," sahut Rield dalam konferensi pers usai laga.

Disebut pelatih asal Austria itu, jalan timnas Indonesia mulai mudah saat dua gol sudah bersarang di gawang lawan. Pria 61 tahun itu pun menyanjung perjuangan anak didiknya yang terus mengejar gol meski sudah unggul jauh.

"Setelah kami unggul 2-0 dan 3-0, pertandingan jadi mudah buat kami. Hari ini memang hari kami. Pemain juga berjuang dengan bagus dan kami juga cukup beruntung. Ini penampilan terbaik kami, kami lolos ke semifinal dan jadi juara grup," tuntas Riedl

(via detiksport)
Foto: Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl (gettyimages)

Indonesia menang, Rio Ferdinand nge-tweet lagi

0 komentar

Laju timnas Indonesia di Piala AFF masih tidak luput dari perhatian bek Manchester United Rio Ferdinand. Kini ia pun ikut mengomentari kemenangan setengah lusin gol yang dipetik 'Merah Putih' atas Laos, Sabtu (4/12/2010).

Di tengah-tengah kesibukannya beraktivitas sebagai pemain sepakbola profesional Inggris, Ferdinand ternyata masih setia memantau perkembangan Indonesia di ajang Piala AFF yang mengetengahkan pertarungan antar negara-negara Asia Tenggara.

"Wow sekarang sudah 3-1 untuk Indonesia," tulis Ferdinand dalam akun Twitternya usai M.Ridwan menjebol gawang Malaysia, Rabu (1/12/2010) lalu.

Saat itu Indonesia akhirnya memetik kemenangan telak 5-1 saat peluit akhir dibunyikan. Itulah kemenangan perdana 'Pasukan Garuda' di Piala AFF 2010.

"Fansku di Indonesia pasti sangat senang saat ini," begitu cukilan tulisan lain Ferdinand saat itu.

Usai laga tersebut, perhatian Ferdinand rupanya belum surut. Kemenangan Indonesia atas Laos di laga kedua, yang juga memastikan laju Irfan Bachdim cs ke semifinal, pun ikut ia komentari.

"Indonesia baru menang 6-0...kenapa aku tahu ini...satu alasan - Twitter (twitfam)!! Mereka akan berpestaaaa!!" tulisnya per pukul 21.23 WIB.

Di laga ketiga fase grup, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand yang acap jadi musuh bebuyutan di Asia Tenggara. Komentar-komentar Ferdinand lewat situs mikroblogging Twitter pun niscaya ditunggu lagi nanti.

(via detiksport)
Foto: Aksi Oktoviani (10) saat Indonesia membantai Laos 6-0 dalam pertandingan penyisihan grup Piala AFF, Sabtu (4/12/2010) malam WIB. (gettyimages)

Piala AFF: Indonesia hajar Laos 6-0

0 komentar

Kedigdayaan tim Merah Putih Indonesia kembali terlihat di pertandingan keduanya di ajang Piala AFF setelah memangkas Laos dengan keunggulan enam gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (4/12).

Kemenangan ini tentu saja membuat timnas Indonesia keluar sebagai juara Grup A, mengingat perolehan enam angka dari dua pertandingan yang telah dijalani oleh mereka sulit disamai Thailand, yang pada pertandingan sebelumnya bermain imbang tanpa gol dengan Malaysia.

Dalam kurun waktu setengah jam pertama, Indonesia masih bermain monoton dengan melambungkan bola langsung ke depan untuk diberikan kepada Gonzales dan Irfan Bachdim.

Timnas Indonesia memecah kebuntuan dari titik penalti di menit ke-28, saat Cristian Gonzales dijatuhkan di kotak terlarang oleh Saynakhonevieng Phommapanya, sehingga eksekusi yang diambil oleh kapten Firman Utina dengan dingin mampu diselesaikan olehnya.

Tidak lama kemudian blunder pemain bertahan Laos kembali dimanfaatkan oleh Muhammad Ridwan yang dengan lincah merebut serta menggiring bola ke dalam kotak pertahanan lawan sebelum tendangannya sempat membentur bek Laos yang masuk ke dalam gawang.

Selepas istirahat permainan anak-anak asuhan Alfred Riedl tampil kian mengganas dan hasilnya kerja sama apik M.Ridwan membuat sang kapten Firman Utina kembali menceploskan gol keduanya di laga ini dengan tendangan silang ke sudut kiri gawang.

M.Ridwan menyia-nyiakan peluang matang di menit ke-60 meski sudah berada dalam posisi bebas, namun tendangannya justru melambung ke atas mistar gawang, kendati di sisi kiri Gonzales berharap umpan darinya.

Dua menit kemudian gawang Laos kembali bergetar. Kali ini kerja sama apik antara dua pemain naturalisasi Gonzales kepada Bachdim berujung dengan gol apik yang terarah ke pojok kanan gawang.

Serangan balik yang diciptakan oleh pemain-pemain Indonesia hampir saja membuahkan gol kelima bila aksi solo-run Bachdim tidak berujung dengan tendangan yang masih berada tipis di sisi kanan gawang.

Pergantian pemain kembali dilakukan oleh pelatih Alfred Riedl dengan memasukkan Arif Suyono, Bambang Pamungkas dan Benny Wahyudi.

Lagi-lagi pergantian tersebut memberikan angin segar bagi Indonesia dan Arif Suyono berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Laos yang dengan cerdik menceploskan bola tepat di mulut gawang.

10 menit menjelang bubaran Indonesia mengungguli setengah lusin gol ke gawang Laos dengan aksi individu brilian yang ditunjukkan oleh Oktovianus Maniani untuk mempersembahkan gol perdananya bagi Merah Putih di ajang internasional.

Tetapi menjelang menit-menit akhir, Pemain-pemain Indonesia seperti Oktovianus, Arif Suyono dan Bachdim terlihat lebih mengandalkan aksi individu ketimbang kerja sama tim.

Hasil ini sudah cukup memberikan nilai plus bagi pelatih Alfred Riedl dalam membangun kerangka tim nasional Indonesia ke babak berikutnya di ajang Piala AFF.

Susunan pemain:
Indonesia: Markus Harison; Mohammad Nasuha, Zulkifli Syukur (Benny Wahyudi 73'), Maman Abdurahman, Hamka Hamzah; Oktovianus Maniani, Firman Utina (c); Ahmad Bustomi, Muhamad Ridwan (Arif Suyono 69'); Cristian Gonzales (Bambang 66'), Irfan Bachdim

Laos: Sengphachan Bounthisanh; Saynakhonevieng Phommpanya, Kitsada, Ketsada Souksavanh, Khamla Pinkeo (Soukhaphone, 54'); Lamnao Singto, Keoviengphet Lithideth, Kaysone Soukhavong, Konekham Inthammavong; Soukaphone Vongchiengkham (Kovanh, 54'), Khampheng Sayavutthi (Visay, 64')

(via detiksport)
Foto: Aksi pemain timnas yang saat ini paling dibicarakan, Irfan Bachdim (17) dalam pertandingan melawan Laos, Sabtu (4/12/2010). Irfan tampil menawan dan menyumbangkan sebuah gol dalam pertandingan tersebut yang berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Indonesia. (gettyimages)

Chairman sementara FA tak lagi percaya FIFA

0 komentar
Kegagalan Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 masih bikin Roger Burden amat kecewa. Tak lagi bisa percaya dengan FIFA, ia pun menarik kembali aplikasi untuk jadi chairman permanen FA.

Burden saat ini adalah chairman sementara Federasi Sepakbola Inggris (FA). Posisi itu ia tempati sedari bulan Mei lalu menyusul mundurnya David Triesman.

"Saya sadar bahwa peran penting dari peranan ini adalah berhubungan dengan FIFA, badan global kami. Saya tidak siap berhubungan dengan orang-orang yang tak bisa saya percaya dan saya sudah menarik kembali aplikasi saya," terangnya seperti dikutip Reuters.

Burden lantas mengungkapkan bahwa tim bidding Inggris di Zurich, sebelumnya sudah dijanjikan suara yang pada kenyataannya tidak dipenuhi oleh anggota Komite Eksekutif FIFA, dalam usaha menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

"Pangeran William, Perdana Menteri dan anggota lain delegasi kami dijanjikan suara yang tidak terwujud."

"Saya tidak ada masalah dengan kemenangan Rusia. Saya yakin mereka akan mampu menggelar Piala Dunia yang bagus dan saya memberi selamat kepada mereka," papar Burden yang mengaku akan tetap menjadi chairman sementara FA sampai ada pengganti tetap.

(via detiksport)

Inggris gagal tuan rumah PD 2018, Wenger kritik FIFA

0 komentar

Arsene Wenger ikut kecewa atas kegagalan Inggris menjadi host Piala Dunia 2018. Manajer Arsenal ini bahkan menyebut proses bidding yang dilakukan FIFA sudah ketinggalan zaman.

Wenger ikut aktif mengkampanyekan Inggris sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2018. Namun begitu FIFA mengumumkan bahwa pemenang bidding adalah Rusia, ia langsung mematikan televisi yang sedang ditontonnya tanpa menunggu pengumuman bidding tuan rumah Piala Dunia 2022, yang dimenangkan Qatar.

"Saya sangat sedih. Saya tak percaya bahwa FIFA benar-benar menyadari betapa berartinya orang-orang di sini," ujar Wenger kepada Telegraph.

"Tim kampanye telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya tak bisa bicara lagi karena saya tak mengerti," lanjut Wenger.

Wenger mengkritik cara yang dipakai FIFA untuk menentukan pemenang bidding. Menurutnya, cara tersebut sudah kuno dan tak cocok lagi untuk dipakai di masa kini.

"Menurut saya, cara untuk memutuskan (pemenang), dalam keadilan, seperti berasal dari zaman pertengahan. Itu terlihat tidak tepat dalam kehidupan modern, di mana orang harus pergi, melobi, kemudian bilang 'percayalah kepada kami'. Terus terang, sepertinya kamu harus merayu mereka dulu untuk mendapatkan Piala Dunia," cetus pria 61 tahun ini.

"Saya pikir itu tidak benar. Anda ingin memiliki lebih banyak kriteria teknis daripada (kriteria) manusia. Sulit menjelaskan kepada khalayak bahwa tawaran teknis dari Inggris yang sempurna hanya menghasilkan dua suara. Itu tak masuk akal," sambungnya.

Ke depannya, Wenger ingin sistem bidding FIFA dibenahi sehingga masing-masing
negara dinilai berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan.

"Anda bisa bayangkan bahwa Anda memiliki 100 kriteria dengan bobot yang berbeda dan Anda memasukkannya ke komputer dan kemudian yang terbaik keluar. Fakta bahwa negara itu belum pernah jadi tuan rumah Piala Dunia bisa saja jadi salah satu kriteria. Tapi itu tidak bisa jadi satu-satunya pertimbangan," tegasnya.

"Rusia tentu saja merupakan kandidat yang hebat dan selamat untuk mereka. Tapi kita tak tahu mengapa Inggris gagal dan pada kriteria apa. Dalam dunia modern, Anda harus bekerja keras untuk menghilangkan semua kecurigaan. Apakah kecurigaan itu benar atau salah? Saya tak tahu, tapi Anda tak ingin satu suara jadi bahan kecurigaan," pungkas Wenger.

(via detiksport)
Foto : Arsene Wenger berdiri di tengah gerimis salju saat Arsenal menghadapi Wigan dalam perempat final Piala Carling, Selasa (30/11/2010) waktu setempat. (Ian Kington)

Piala AFF: Malaysia-Thailand berbagi angka

0 komentar
Laga antara Malaysia vs Thailand berakhir imbang tanpa gol. Bagi kedua tim, hasil itu bisa berarti buruk untuk kelangsungan kans mereka di Piala AFF.

Pada pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (4/12/2010) sore WIB, Malaysia mencoba bangkit usai kekalahan telak 1-5 dari Indonesia beberapa hari silam. Hasilnya, mereka tampil ngotot di depan pertahanan Thailand.

Pada paruh akhir pertandingan, skuad arahan K. Rajagopal itu masih terus mengurung pertahanan Thailand. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka urung mencetak gol.

Sebaliknya, Thailand pun juga mengalami nasib serupa. Pasukan yang dilatih Bryan Robson ini berkali-kali gagal menembus pertahanan Malaysia. Padahal mereka butuh kemenangan, usai sebelumnya ditahan Laos 2-2.

Skor 0-0 akhirnya menjadi penghias papan skor di akhir laga. Berkat hasil ini, Thailand naik ke posisi dua klasemen sementara Grup A dengan nilai dua.

Sementara Malaysia tetap berada di urutan keempat dengan nilai satu.

Baik Malaysia ataupun Thailand harus menunggu sampai laga terakhir grup untuk memastikan diri lolos ke fase berikutnya.

Hasil ini secara tidak langsung bisa menguntungkan Indonesia. Andai bisa menundukkan Laos, Firman Utina dkk. bakal dipastikan memuncaki klasemen Grup A, sekaligus lolos ke babak semifinal.

(via detiksport)

Friendly: Indonesia hajar Timor Leste 6-0

Minggu, 21 November 2010 0 komentar
Hasil positif diraih tim nasional Indonesia dalam laga ujicobanya menjelang Piala AFF bulan depan. Menghadapi Timor Leste di Palembang, Minggu (21/11/2010), skuad "Merah Putih" menang telak 6-0.

Cristian Gonzales menandai debutnya sebagai pemain Indonesia dengan cemerlang karena mendulang dua gol. Empat gol lainnya dibuat M. Ridwan, Oktovianus Maniani, Bambang Pamungkas dan Yongki Ariwibowo.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Indonesia mengawali kemenangannya di menit 12 melalui bek asal Sriwijaya FC, M. Ridwan. Berselang 15 menit kemudian, rekannya di klub yang sama, gelandang Oktovianus, mengubah skor menjadi 2-0.

'El Loco' Gonzales memulai rekening gol perdananya delapan menit menjelang babak pertama selesai. Dan penyerang kelahiran Uruguay itu, yang memperkuat Persib Bandung, melakukannya lagi saat babak kedua baru berjalan kurang dari tiga menit.

Bambang Pamungkas yang turun sebagai pengganti Gonzales di hampir satu jam pertandingan, mengukir gol kelima di menit 75. Pemain pengganti yang lain, striker Arema FC Yongki Ariwibowo, memantapkan kemenangan Indonesia menjadi 6-0 di menit 85.

Setelah Timor Leste -- gagal lolos ke putaran final Piala AFF --, rencananya pada Rabu (24/11) mendatang pasukan Alfred Riedl akan berujicoba lagi melawan China Taipei.

Indonesia berada di Grup B Piala AFF bersama Thailand, Malaysia, dan Laos. Malaysia akan menjadi lawan pertama yang dihadapi pada 1 Desember, lalu Laos (4/12) dan Thailand (7/12), semua digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

(via detiksport)

Gerrard cedera, FA bakal ganti rugi Rp. 7M

Jumat, 19 November 2010 0 komentar

Liverpool bakal mengantungi dana kompensasi akibat cederanya Steven Gerrard. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) diberitakan setuju untuk membayar ganti rugi sekitar Rp 7 miliar.

Gerrard menderita cedera hamstring saat membela timnas Inggris di laga internasional melawan Prancis tengah pekan lalu. Hal ini jelas bikin The Reds murka karena Gerrard merupakan sosok penting terlebih kini Liverpool tengah berjuang untuk meningkatkan penampilannya.

Alhasil, Liverpool pun mengajukan tuntutan kepada FA untuk membayar kompensasi. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar gaji Gerrard yang mencapai 120 ribu poundsterling per pekannya.

Akibat cedera ini, pemain yang kerap disapa Stevie G itu harus menepi sekitar sebulan lamanya. Ia bakal absen di laga melawan West Ham, Tottenham Hotspur, Steua Bucharest, Aston Villa dan mungkin Newcastle United.

Menurut kabar yang dilansir dari Daily Mail, Liverpool akan menerima 500 ribu pounds atau sekitar Rp 7 miliar sebagai kompensasi. Dana tersebut tidak akan langsung datang dari FA tapi dari asuransi yang sudah ditetapkan seperti yang pernah dibayarkan kepada Arsenal dan Tottenham terkait cederanya Theo Walcott dan Jermain Defoe.

Menindaklanjuti insiden ini, Fabio Capello dilaporkan siap untuk berbicara dengan Roy Hodgson. Namun hingga kini pembicaraan itu belum kunjung terwujud dan Hodgson pun cukup cuek dengan hal itu.

"Saya tidak mengharapkan apologi dari siapa pun dan saya tidak mempersiapkan diri untuk memperbesar masalah," ujar Hodgson.

"Fokus utama saya cuma untuk Liverpool dan pertandingan menghadapi West Ham besok dan khususnya Steven Gerrard. Dia sangat cemas akan hal ini dan semua orang jangan memperpanjang diskusi,"

(via detiksport)
Foto: Steven Gerrard (duduk) mendapat cedera saat membela timnas Inggris menghadapi Prancis, Kamis (18/11/2010) dinihari WIB. (gettyimages)

 
BERITA SEPAK BOLA © 2011 | Designed by Blogger Templates Gallery