AC Milan gagal memetik poin penuh di kandang sendiri. Menghadapi Undinese, Milan harus bermain imbang 4-4 dalam lanjutan pertandingan Liga Serie-A, Minggu (9/1/2011).
Bermain imbang, hasil ini tetap menjaga Milan bertengger di puncak klasemen dengan 40 angka. Mereka juga sedikit diuntungkan karena Lazio yang berada di peringkat kedua kalah melawan Leece. Selisih antara Milan dan Lazio pun kini melebar menjadi enam poin.
Milan kesulitan menekan Udinese di awal pertandingan. Alexis Sánchez dan kawan-kawan memberikan Milan perlawanan yang alot. Bola lebih banyak berputar-putar di tengah. Akibatnya, tak banyak ancaman yang mampu diberikan trio Zlatan Ibrahimovic, Alexandre Pato, dan Robinho di lini depan.
Milan yang terus berusaha menyerang lengah di menit ke-39. Thiago Silva dan kawan-kawan tak melakukan penjagaan yang ketat kepada Antonio Di Natale. Akibatnya, Di Natale dengan mudah menaklukkan kiper Marco Amelia memanfaatkan umpan Gökhan Inler, 1-0 untuk Udinese.
Milan coba membalas. Usaha mereka tak sia-sia karena Pato berhasil menyeimbangkan skor lewat tembakan kaki kirinya, di akhir babak pertama, 1-1.
Memasuki paruh kedua, Udinese membuat Milan pontang-panting dengan serangan baliknya. Alhasil, Alexis Sánchez kembali membuat Udinese unggul di menit ke-53 memanfaatkan crossing Inler. Inler kembali berjasa dengan menyumbang asisst 13 menit kemudian untuk gol kedua Di Natale.
Harapan datang ketika Medhi Benatia membuat gol bunuh diri di menit ke-78. Milan langsung kembali bersemangat dan menggempur tim tamu habis-habisan. Kerja keras ini terbayarkan lewat gol Pato di menit ke-85 memanfaatkan umpan Antonio Cassano, skor pun berubah menjadi 3-3.
Pada awalnya pertandingan tampak akan berakhir dengan kedudukan ini. Namun, Germán Denis mampu mencuri gol memasuki menit akhir laga. Hebatnya, Milan tak patah arang. Di sisa waktu yang sangat sedikit, Ibrahimovic keluar sebagai penyelamat timnya melalui penyelesaian akurat dari dalam kotak penalti, satu menit setelah gol Denis.
Milan lepas dari kekalahan dengan hasil akhir 4-4.
Susunan pemain AC Milan: Marco Amelia; Thiago Silva, Daniele Bonera, Luca Antonini, Ignazio Abate, Clarence Seedorf (Antonio Cassano 69), Robinho, Gennaro Gattuso, Rodney Strasser, Zlatan Ibrahimovic, Pato
Udinese: Samir Handanovic, Christian Zapata, Maurizio Domizzi (Andrea Coda 73), Medhi Benatia, Almen Abdi (Emmanuel Agyemang-Badu 75), Kwadwo Asamoah, Gökhan Inler, Giovanni Pasquale, Mauricio Isla, Antonio Di Natale (Germán Denis 85), Alexis Sánchez
Hasil lainnya:
Bari 0-2 Bologna
Cesena 0-0 Genoa
Chievo 0-0 Palermo
Fiorentina 3-2 Brescia
Lazio 1-2 Lecce
Parma 1-2 Cagliari
via Kompas
Pages
Piala FA: MU hempaskan Liverpool
Penalti Ryan Giggs membawa Manchester United menang 1-0 atas Liverpool, yang menyudahi laga babak III Piala FA minus satu pemain setelah Steven Gerrard dikartu merah.
Di Old Trafford, Minggu (9/1/2011) malam WIB, MU unggul cepat lewat tendangan 12 pas Giggs. Penalti diberikan usai Dimitar Berbatov dijatuhkan di kotak terlarang.
Liverpool semakin tertekan setelah di pertengahan babak kedua harus tampil minus satu pemain. Wasit Howard Webb mengacunginya kartu merah usai berebut bola dengan Michael Carrick.
Tak ada lagi gol yang tercipta setelahnya dan MU pun hanya bisa menang tipis 1-0 untuk melaju ke babak IV Piala FA, sementara Liverpool, yang kali pertama ditangani Kenny Dalglish, tersingkir.
Jalan Pertandingan
Baru dua menit pertandingan berjalan, MU sudah mendapatkan penalti usai wasit Howard Webb menunjuk titik putih. Ia menilai Dimitar Berbatov sudah dilanggar Daniel Agger di kotak terlarang.
Ryan Giggs maju menjadi algojo dan menuntaskan tugasnya dengan baik. Sepakan Giggs tak mampu dihadang Pepe Reina kendati sudah mampu menebak arah bola.
Peluang terbuang untuk Liverpool pada menit empat. Steven Gerrard melepaskan umpan yang dimaksudkan untuk Fernando Torres yang memiliki ruang. Namun, sepakan Torres masih lemah.
Dari sisi kanan, Maxi mendapat ruang yang cukup untuk melepaskan tembakan pada menit 18. Tapi laju bola mengarah tepat ke Tomasz Kuszczak.
Beberapa saat kemudian Liverpool menebar ancaman lagi dengan Gerrard sukses meloloskan Martin Kelly di sisi kanan. Kelly mengirim umpan silang menyusur tanah ke muka gawang hanya untuk dihadang Rio Ferdinand dengan tumitnya.
Liverpool bermain dengan sepuluh pemain! Gerrard dikartu merah wasit pada menit 32 usai berebut bola dengan Michael Carrick. Wasit tampaknya menilai kalau itu adalah sebuah pelanggaran yang layak dapat kartu merah.
Pada menit 38 MU coba menyerang lewat kerjasama Nani dan Rafael di sisi kanan tapi sepakan Nani masih lemah. Kuyt kemudian membalas di sisi lapangan lain meski tendangannya belum mengarah ke gawang MU.
Jonny Evans nyaris menggandakan keunggulan MU di menit-menit akhit. Dari sepak pojok, ia menyambut bola dengan kepala dan si kulit bundar kemudian hanya menghantam tiang gawang.
MU langsung menebar serangan di awal babak kedua, salah satunya lewat tandukan Chicharito yang masih tipis melebar di sisi gawang Liverpool. Patrice Evra juga sempat meminta penalti usai dijatuhkan di kotak terlarang, tapi Webb kali ini tak memberikan.
Giggs mengirimkan umpan lambung tinggi pada menit 55 ke arah muka gawang. Chicharito coba menanduk dengan Reina menerjang. Bola kemudian muntah ke kaki Berbatov yang meneruskan dengan sepakan yang melambung tinggi.
Liverpool mendapat tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti setelah Anderson mengganjal Fernando Torres pada menit 64. Fabio Aurelio bersiap mengambil dan kemudian melayangkannya dengan baik ke arah gawang MU. Kuszczak bereaksi dengan tak kalah bagus dan menepisnya.
Kemelut terjadi di muka gawang Liverpool pada menit 68. Berbatov jadi orang terakhir yang menyentuh bola dan si kulit bundar menyisir tipis di sisi gawang.
Gelombang serangan MU belum berakhir. Gawang Reina lantas digempur dan kemudian Evra melepaskan tembakan yang bisa ditepis si kiper seraya meregangkan tubuh.
Susunan Pemain:
Man Utd: Kuszczak, Rafael Da Silva, Ferdinand, Evans (Smalling ’84), Evra, Nani, Carrick, Fletcher (Anderson ’63), Giggs, Berbatov, Hernandez (Owen ’75).
Liverpool: Reina, Kelly, Skrtel, Agger, Aurelio, Kuyt, Meireles (Shelvey ’60), Lucas, Maxi (Babel ’60), Gerrard, Torres (N’Gog ’77).
via Detiksport
Di Old Trafford, Minggu (9/1/2011) malam WIB, MU unggul cepat lewat tendangan 12 pas Giggs. Penalti diberikan usai Dimitar Berbatov dijatuhkan di kotak terlarang.
Liverpool semakin tertekan setelah di pertengahan babak kedua harus tampil minus satu pemain. Wasit Howard Webb mengacunginya kartu merah usai berebut bola dengan Michael Carrick.
Tak ada lagi gol yang tercipta setelahnya dan MU pun hanya bisa menang tipis 1-0 untuk melaju ke babak IV Piala FA, sementara Liverpool, yang kali pertama ditangani Kenny Dalglish, tersingkir.
Jalan Pertandingan
Baru dua menit pertandingan berjalan, MU sudah mendapatkan penalti usai wasit Howard Webb menunjuk titik putih. Ia menilai Dimitar Berbatov sudah dilanggar Daniel Agger di kotak terlarang.
Ryan Giggs maju menjadi algojo dan menuntaskan tugasnya dengan baik. Sepakan Giggs tak mampu dihadang Pepe Reina kendati sudah mampu menebak arah bola.
Peluang terbuang untuk Liverpool pada menit empat. Steven Gerrard melepaskan umpan yang dimaksudkan untuk Fernando Torres yang memiliki ruang. Namun, sepakan Torres masih lemah.
Dari sisi kanan, Maxi mendapat ruang yang cukup untuk melepaskan tembakan pada menit 18. Tapi laju bola mengarah tepat ke Tomasz Kuszczak.
Beberapa saat kemudian Liverpool menebar ancaman lagi dengan Gerrard sukses meloloskan Martin Kelly di sisi kanan. Kelly mengirim umpan silang menyusur tanah ke muka gawang hanya untuk dihadang Rio Ferdinand dengan tumitnya.
Liverpool bermain dengan sepuluh pemain! Gerrard dikartu merah wasit pada menit 32 usai berebut bola dengan Michael Carrick. Wasit tampaknya menilai kalau itu adalah sebuah pelanggaran yang layak dapat kartu merah.
Pada menit 38 MU coba menyerang lewat kerjasama Nani dan Rafael di sisi kanan tapi sepakan Nani masih lemah. Kuyt kemudian membalas di sisi lapangan lain meski tendangannya belum mengarah ke gawang MU.
Jonny Evans nyaris menggandakan keunggulan MU di menit-menit akhit. Dari sepak pojok, ia menyambut bola dengan kepala dan si kulit bundar kemudian hanya menghantam tiang gawang.
MU langsung menebar serangan di awal babak kedua, salah satunya lewat tandukan Chicharito yang masih tipis melebar di sisi gawang Liverpool. Patrice Evra juga sempat meminta penalti usai dijatuhkan di kotak terlarang, tapi Webb kali ini tak memberikan.
Giggs mengirimkan umpan lambung tinggi pada menit 55 ke arah muka gawang. Chicharito coba menanduk dengan Reina menerjang. Bola kemudian muntah ke kaki Berbatov yang meneruskan dengan sepakan yang melambung tinggi.
Liverpool mendapat tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti setelah Anderson mengganjal Fernando Torres pada menit 64. Fabio Aurelio bersiap mengambil dan kemudian melayangkannya dengan baik ke arah gawang MU. Kuszczak bereaksi dengan tak kalah bagus dan menepisnya.
Kemelut terjadi di muka gawang Liverpool pada menit 68. Berbatov jadi orang terakhir yang menyentuh bola dan si kulit bundar menyisir tipis di sisi gawang.
Gelombang serangan MU belum berakhir. Gawang Reina lantas digempur dan kemudian Evra melepaskan tembakan yang bisa ditepis si kiper seraya meregangkan tubuh.
Susunan Pemain:
Man Utd: Kuszczak, Rafael Da Silva, Ferdinand, Evans (Smalling ’84), Evra, Nani, Carrick, Fletcher (Anderson ’63), Giggs, Berbatov, Hernandez (Owen ’75).
Liverpool: Reina, Kelly, Skrtel, Agger, Aurelio, Kuyt, Meireles (Shelvey ’60), Lucas, Maxi (Babel ’60), Gerrard, Torres (N’Gog ’77).
via Detiksport
Serie A: Inter kembali menang
Inter Milan kembali meraih kemenangan di bawah arahan Leonardo. Nerazzurri sukses menang 2-1 dalam lawatan ke markas Catania.
Di Stadio Angelo Massimino, Minggu (9/1/2011) malam WIB, Inter ketinggalan lebih dulu dari tuan rumah lewat gol Alejandro Gomez pada menit 71.
Tak berapa lama, Esteban Cambiasso menyamakan skor pada menit 74. Cambiasso lantas menjadi pahlawan Inter berkat satu gol lagi pada menit 79.
Kemenangan kedua Leonardo di kursi pelatih Inter tersebut belum mengubah posisi La Beneamata di peringkat tujuh klasemen Seri A dengan poin 29 hasil dari 17 partai –dua partai lebih sedikit dari kebanyakan tim lain yang sudah melakoni 19 laga.
Jalan Pertandingan
Peluang pertama dalam pertandingan dicatatkan Inter pada menit 13. Umpan silang Maicon disambut Dejan Stankovic dengan kepala kendati hanya berakhir di tangan kiper Mariano Andujar.
Simone Pesce berusaha mengancam gawang Inter dari tendangan jarak jauh meski sepakannya masih membuat bola melebar jauh dari sasaran pada menit 40.
Usai paruh pertama dilalui relatif tanpa banyak peluang dari kedua belah kubu, babak kedua dimulai dengan Catania langsung mengancam pada menit 48. Ciro Capuano melepaskan tembakan yang tipis melebar dari gawang Inter.
Ketangguhan Luca Castelazzi di bawah gawang Inter kembali diuji empat menit kemudian, kali ini oleh Martin Ledesma. Masih belum ada gol.
Pada menit 54 gantian Diego Milito yang menebar ancaman ke gawang Catania. Dari sudut sempit, sepakannya memaksa Andujar berjibaku mengamankan gawang.
Lima menit kemudian Catania nyaris saja bikin gol setelah tendangan Maxi Lopez dari jarak 22 meter menghantam mistar gawang Inter.
Pada menit 70 gol akhirnya lahir. Maxi Lopez dua kali gagal menceploskan bola dan si kulit bundar akhirnya dikuasai Alejandro Gomez yang dengan jitu sukses mengirimnya ke dalam gawang Inter.
Inter tak mau berlama-lama ketinggalan. Hanya berselang empat menit, tendangan Esteban Cambiasso dari jarak 11 meter berhasil menundukkan Andujar.
2-1 Inter! Luar biasa, Cambiasso melesakkan gol kedua pada menit 79 setelah sukses menyambut umpan silang Maicon di tiang jauh.
Susunan Pemain
Catania: Mariano Andujar, Matias silvestre, Giuseppe Bellusci, Pablo Alvarez (Nicolas Spolli ’82), Ciro Capuano, Ezequiel Carboni, Pablo Ladesma, Cristian Llama (Raphael Martinho ’50), Alejandro Gomez, Simone Pesce (Mirko Antenucci ’82), Maxi Lopez
Inter: Luca Castellazzi, Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Lucio, Maicon, Cristian Chivu (Goran Pandev ’64), Dejan Stankovic, Thiago Motta (McDonald Mariga ’83), Esteban Cambiasso, Samuel Eto’o, Diego Milito (Andrea Ranocchia ’90)
via Detiksport
Di Stadio Angelo Massimino, Minggu (9/1/2011) malam WIB, Inter ketinggalan lebih dulu dari tuan rumah lewat gol Alejandro Gomez pada menit 71.
Tak berapa lama, Esteban Cambiasso menyamakan skor pada menit 74. Cambiasso lantas menjadi pahlawan Inter berkat satu gol lagi pada menit 79.
Kemenangan kedua Leonardo di kursi pelatih Inter tersebut belum mengubah posisi La Beneamata di peringkat tujuh klasemen Seri A dengan poin 29 hasil dari 17 partai –dua partai lebih sedikit dari kebanyakan tim lain yang sudah melakoni 19 laga.
Jalan Pertandingan
Peluang pertama dalam pertandingan dicatatkan Inter pada menit 13. Umpan silang Maicon disambut Dejan Stankovic dengan kepala kendati hanya berakhir di tangan kiper Mariano Andujar.
Simone Pesce berusaha mengancam gawang Inter dari tendangan jarak jauh meski sepakannya masih membuat bola melebar jauh dari sasaran pada menit 40.
Usai paruh pertama dilalui relatif tanpa banyak peluang dari kedua belah kubu, babak kedua dimulai dengan Catania langsung mengancam pada menit 48. Ciro Capuano melepaskan tembakan yang tipis melebar dari gawang Inter.
Ketangguhan Luca Castelazzi di bawah gawang Inter kembali diuji empat menit kemudian, kali ini oleh Martin Ledesma. Masih belum ada gol.
Pada menit 54 gantian Diego Milito yang menebar ancaman ke gawang Catania. Dari sudut sempit, sepakannya memaksa Andujar berjibaku mengamankan gawang.
Lima menit kemudian Catania nyaris saja bikin gol setelah tendangan Maxi Lopez dari jarak 22 meter menghantam mistar gawang Inter.
Pada menit 70 gol akhirnya lahir. Maxi Lopez dua kali gagal menceploskan bola dan si kulit bundar akhirnya dikuasai Alejandro Gomez yang dengan jitu sukses mengirimnya ke dalam gawang Inter.
Inter tak mau berlama-lama ketinggalan. Hanya berselang empat menit, tendangan Esteban Cambiasso dari jarak 11 meter berhasil menundukkan Andujar.
2-1 Inter! Luar biasa, Cambiasso melesakkan gol kedua pada menit 79 setelah sukses menyambut umpan silang Maicon di tiang jauh.
Susunan Pemain
Catania: Mariano Andujar, Matias silvestre, Giuseppe Bellusci, Pablo Alvarez (Nicolas Spolli ’82), Ciro Capuano, Ezequiel Carboni, Pablo Ladesma, Cristian Llama (Raphael Martinho ’50), Alejandro Gomez, Simone Pesce (Mirko Antenucci ’82), Maxi Lopez
Inter: Luca Castellazzi, Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Lucio, Maicon, Cristian Chivu (Goran Pandev ’64), Dejan Stankovic, Thiago Motta (McDonald Mariga ’83), Esteban Cambiasso, Samuel Eto’o, Diego Milito (Andrea Ranocchia ’90)
via Detiksport
Piala Asia: Jepang ditahan Jordania
Kejutan nyaris terjadi di partai perdana Grup B Piala Asia 2011, Minggu (9/1/2011). Tim unggulan Jepang nyaris kandas oleh perlawanan alot Jordania. Untungnya, “Samurai Biru” memiliki Maya Yoshida yang berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-90.
Hasil imbang ini menempatkan Jepang dan Jordania di peringkat satu dan kedua Grup B. Adapun laga lain antara Arab Saudi dan Suriah berlangsung setelah pertandingan ini berakhir.
“Samurai Biru” sebenarnya tampil baik. Dari segi penguasaan bola, tim besutan Alberto Zaccheroni itu unggul sampai dengan 63 persen. Sayangnya, ketidaktenangan penyelesaian akhir membuat Jepang hampir tumpul sepanjang pertandingan.
Shinji Kagawa dan kawan-kawan lengah dua menit sebelum masa istirahat. Hasan Abdel Mahmoud sukses menaklukkan pertahanan Jepang melalui satu-satunya peluang yang ia miliki.
Jepang coba membalas di paruh kedua. Gelombang serangan mengalir deras ke pertahanan Jordania. Usaha mereka tak sia-sia karena Yoshida sanggup menyamakan kedudukan di akhir pertandingan.
Susunan Pemain
Jepang: Eiji Kawashima; Atsuto Uchida, Yasuyuki Konno, Maya Yoshida, Yuto Nagatomo, Yasuhito Endo, Daisuke Matsui (Shinji Okazaki 58), Makoto Hasebe, Ryoichi Maeda (Tadanari Lee 46), Keisuke Honda, Shinji Kagawa
Jordania: Amer Sabbah, Hatem Mohammad Yousef Aqel (Mohammad Aldmeiri 80), Basem Othman, Shadi Abu-Hashhash, Bashar Yaseen, Suliman Al-Salman, Abdallah Salim (Ahmad Alzugheir 71), Baha Suleiman, Amer Deeb, Hasan Abdel Mahmoud, Odai Alsaify
via Kompas
Hasil imbang ini menempatkan Jepang dan Jordania di peringkat satu dan kedua Grup B. Adapun laga lain antara Arab Saudi dan Suriah berlangsung setelah pertandingan ini berakhir.
“Samurai Biru” sebenarnya tampil baik. Dari segi penguasaan bola, tim besutan Alberto Zaccheroni itu unggul sampai dengan 63 persen. Sayangnya, ketidaktenangan penyelesaian akhir membuat Jepang hampir tumpul sepanjang pertandingan.
Shinji Kagawa dan kawan-kawan lengah dua menit sebelum masa istirahat. Hasan Abdel Mahmoud sukses menaklukkan pertahanan Jepang melalui satu-satunya peluang yang ia miliki.
Jepang coba membalas di paruh kedua. Gelombang serangan mengalir deras ke pertahanan Jordania. Usaha mereka tak sia-sia karena Yoshida sanggup menyamakan kedudukan di akhir pertandingan.
Susunan Pemain
Jepang: Eiji Kawashima; Atsuto Uchida, Yasuyuki Konno, Maya Yoshida, Yuto Nagatomo, Yasuhito Endo, Daisuke Matsui (Shinji Okazaki 58), Makoto Hasebe, Ryoichi Maeda (Tadanari Lee 46), Keisuke Honda, Shinji Kagawa
Jordania: Amer Sabbah, Hatem Mohammad Yousef Aqel (Mohammad Aldmeiri 80), Basem Othman, Shadi Abu-Hashhash, Bashar Yaseen, Suliman Al-Salman, Abdallah Salim (Ahmad Alzugheir 71), Baha Suleiman, Amer Deeb, Hasan Abdel Mahmoud, Odai Alsaify
via Kompas
Serie A: Sampdoria atasi Roma 2-0
Sampdoria berhasil mengamankan tiga angka saat menjamu AS Roma di Luigi Ferraris, Minggu (9/1/2011). Pada pertandingan yang diwarnai tiga kartu merah itu Il Samp menang 2-1.
Mirko Vucinic membawa tim tamu unggull lebih dulu di menit 18. Aksi striker Montenegro itu membongkar pertahanan Sampdoria termasuk gawang kiper Gianluca Curci.
Skor 1-0 yang bertahan hingga akhir babak pertama berubah di menit 55. Kesalahan Juan dalam melakukan backpass berakibat fatal, dan kiper Julio Sergio memperburuk keadaan dengan menjatuhkan Angelo Palombo.
Sergio langsung diganjar kartu merah dan Roma dihukum penalti. Jeremy Menez ditarik keluar untuk memberi tempat pada Alexander Doni di bawah mistar gawang. Namun pekerjaan pertama Doni adalah memungut bola dari jala setelah tak mampu menghentikan tendangan penalti Nicola Pozzi.
Di menit 77 Sampdoria menurunkan pemain barunya, Federico Macheda, yang dipinjam dari Manchester United. Sementara itu Doni harus bekerja keras untuk menghentikan umpan berbahaya Pazzini kepada Macheda.
Di menit 83 tuan rumah berbalik memimpin. Juan kembali melakukan kesalahan karena gagal menyapu bola di kotak penalti, yang semestinya bisa ia lakukan. Stefano Guberti tak kesulitan untuk menyerobot dan memasukkan bola ke gawang Doni. 2-1 untuk Sampdoria.
Roma berusaha bangkit di menit-menit tersisa, termasuk setelah Stefano Lucchini mendapat kartu kuning kedua dan Sampdoria pun bermain dengan 10 orang. Di injury time Sampdoria kehilangan satu lagi pemainnya, setelah bek tengah Daniele Gastaldello di-espulso pula.
Namun Roma tetap tak bisa mengembalikan kedudukan dan kalah. Mereka tetap di peringkat empat klasemen, terpaut tujuh angka dari pimpinan sementara AC Milan, sedangkan Sampdoria naik ke urutan tujuh.
Susunan pemain:
Sampdoria: Curci; Zauri, Lucchini, Gastaldello, Ziegler; Koman, Palombo, Poli (Mannini 82), Guberti; Pozzi (Macheda 77), Marilungo (Pazzini 62)
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Mexes (Juan 46), Burdisso, Riise; Perrotta, Greco (Totti 91), Brighi; Menez (Doni 56); Vucinic, Borriello
via Detiksport
Mirko Vucinic membawa tim tamu unggull lebih dulu di menit 18. Aksi striker Montenegro itu membongkar pertahanan Sampdoria termasuk gawang kiper Gianluca Curci.
Skor 1-0 yang bertahan hingga akhir babak pertama berubah di menit 55. Kesalahan Juan dalam melakukan backpass berakibat fatal, dan kiper Julio Sergio memperburuk keadaan dengan menjatuhkan Angelo Palombo.
Sergio langsung diganjar kartu merah dan Roma dihukum penalti. Jeremy Menez ditarik keluar untuk memberi tempat pada Alexander Doni di bawah mistar gawang. Namun pekerjaan pertama Doni adalah memungut bola dari jala setelah tak mampu menghentikan tendangan penalti Nicola Pozzi.
Di menit 77 Sampdoria menurunkan pemain barunya, Federico Macheda, yang dipinjam dari Manchester United. Sementara itu Doni harus bekerja keras untuk menghentikan umpan berbahaya Pazzini kepada Macheda.
Di menit 83 tuan rumah berbalik memimpin. Juan kembali melakukan kesalahan karena gagal menyapu bola di kotak penalti, yang semestinya bisa ia lakukan. Stefano Guberti tak kesulitan untuk menyerobot dan memasukkan bola ke gawang Doni. 2-1 untuk Sampdoria.
Roma berusaha bangkit di menit-menit tersisa, termasuk setelah Stefano Lucchini mendapat kartu kuning kedua dan Sampdoria pun bermain dengan 10 orang. Di injury time Sampdoria kehilangan satu lagi pemainnya, setelah bek tengah Daniele Gastaldello di-espulso pula.
Namun Roma tetap tak bisa mengembalikan kedudukan dan kalah. Mereka tetap di peringkat empat klasemen, terpaut tujuh angka dari pimpinan sementara AC Milan, sedangkan Sampdoria naik ke urutan tujuh.
Susunan pemain:
Sampdoria: Curci; Zauri, Lucchini, Gastaldello, Ziegler; Koman, Palombo, Poli (Mannini 82), Guberti; Pozzi (Macheda 77), Marilungo (Pazzini 62)
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Mexes (Juan 46), Burdisso, Riise; Perrotta, Greco (Totti 91), Brighi; Menez (Doni 56); Vucinic, Borriello
via Detiksport
LPI: Batavia tundukkan Persibo 2-0
Persibo Bojonegoro gagal meraih hasil positif pada laga perdananya di Liga Primer Indonesia. Menjamu Batavia Union di Stadion Letjen H Soedirman, tuan rumah tunduk dengan skor 0-2.
Mendapat dukungan dari ribuan fansnya, Persibo malah terhentak saat gawang mereka sudah harus kebobolan di menit kedua. Dari skenario tendangan bebas di sisi kiri pertahanan tuan rumah, bola yang diumpan Javier Rocha tepat mengarah ke kepala Juan Cortez, yang dengan tandukannya mengarahkan bola ke dalam gawang.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi di menit selanjutnya. Di menit 11 tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan, namun kegemilangan kiper Fauzi Toldo membuat gawang Batavia urung jebol.
Di menit 23 publik tuan rumah kembali dibuat terbungkam. Kali ini Muhammad Iskandar yang merobek gawang tuan rumah melalui golnya dan mengubah skor menjadi 2-0.
Selang beberapa menit, Batavia punya kesempatan memperbesar keunggulan saat wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dibuat pemain belakang Persibo. Namun Leandro, yang maju sebagai eksekutor, gagal memaksimalkan kesempatan tersebut. Sepakannya dibaca kiper.
Di babak kedua, tak ada satupun gol yang tercipta. Sampai wasit meniup peluit akhir, skor tetap 0-2 untuk kemenangan tim tamu Batavia Union tak berubah.
Mendapat dukungan dari ribuan fansnya, Persibo malah terhentak saat gawang mereka sudah harus kebobolan di menit kedua. Dari skenario tendangan bebas di sisi kiri pertahanan tuan rumah, bola yang diumpan Javier Rocha tepat mengarah ke kepala Juan Cortez, yang dengan tandukannya mengarahkan bola ke dalam gawang.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi di menit selanjutnya. Di menit 11 tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan, namun kegemilangan kiper Fauzi Toldo membuat gawang Batavia urung jebol.
Di menit 23 publik tuan rumah kembali dibuat terbungkam. Kali ini Muhammad Iskandar yang merobek gawang tuan rumah melalui golnya dan mengubah skor menjadi 2-0.
Selang beberapa menit, Batavia punya kesempatan memperbesar keunggulan saat wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dibuat pemain belakang Persibo. Namun Leandro, yang maju sebagai eksekutor, gagal memaksimalkan kesempatan tersebut. Sepakannya dibaca kiper.
Di babak kedua, tak ada satupun gol yang tercipta. Sampai wasit meniup peluit akhir, skor tetap 0-2 untuk kemenangan tim tamu Batavia Union tak berubah.
ISL: Persija atasi Arema 2-1
Persija Jakarta mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang saat menjamu Arema Indonesia. Dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (9/1/2011), ‘Macan Kemayoran’ menang tipis 2-1.
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Persija naik ke posisi dua klasemen sementara Indonesia Super League dengan poin 17. Tim asal ibukota itu terpaut dua poin dari Persipura Jayapura yang masih duduk di posisi teratas.
Sementara buat Arema, kekalahan ini memaksa mereka turun satu anak tangga ke posisi tiga. Sang juara bertahan sudah mengumpulkan 14 poin dari delapan laga.
Jalan Pertandingan
Arema lebih dulu mengancam gawang Persija saat laga baru berjalan tujuh menit saat tandukan Pierre Njanka dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis kiper Hendro Kartiko.
Di beberapa menit berikutnya laga antara dua klub papan atas Indonesia itu berlangsung ketat. Baik ‘Macan Kemayoran’ maupun ‘Singo Edan’ bergantian membangun serangan meski tak satupun yang bisa berujung gol.
Tim tamu lagi-lagi membuang peluang bersih saat laga masuk menit 26. Berdiri di tiang jauh dan berhasil menanduk bola umpan crossing dengan sempurna, tandukan Noh Alamsyah ke gawang yang sudah kosong dimentahkan tiang gawang.
Di paruh kedua babak pertama Persija makin gencar membangun serangan. Melalui Aliyudin, Greg Nwokolo dan bahkan Ismed Sofyan, yang kerap maju ke depan, gempuran-gempuran terus datang ke arah kiper Kurnia Meiga.
Aliyudin nyaris membuat The Jak bersorak kegirangan saat umpan yang coba dia lepaskan dari sayap kanan justru mengarah ke gawang dan membentur mistar. Kejadian di menit 38 tersebut berlanjut semenit berselang melalui sepakan kaki kiri Ismed dari luar kotak penalti yang cuma menyasar sisi luar gawang.
Di menit akhir babak pertama Persija akhirnya membuka keunggulan. Menerima umpan dari tengah lapangan, Nwokolo melakukan sprint ke kotak penalti, dia sempat memperdaya seorang bek lawan sebelum melepaskan tendangan yang bersarang di dalam gawang. Persija unggul 1-0 saat turun minum.
Tiga menit babak kedua berjalan Nwokolo kembali menebar ancaman, sebuah upaya yang terbuang berkat kegemilangan kiper Arema.
Memasuki menit 67 Noh Alamsyah mensia-siakan kesempatan lain yang datang padanya. Berusaha me-rebound bola yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Hendro Kartiko, sepakan dia melayang jauh dari sasaran. Justru gawang Arema yang harus kebobolan lewat aksi Agu Casmir semenit berselang.
Menerima umpan lemparan ke dalam, dengan sangat tenang dia meliak-liuk melewati dua bek Arema di tepi kotak penalti. Saat tinggal berhadapan dengan kiper Kurnia dia melepaskan tendangan keras ke sudut sempit dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Arena akhirnya berasil memperkecil ketinggalan melalui Roman Chmelo. Dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan persija, tanpa kawalan dia melompat menanduk bola yang melambung ke dalam gawang dan tak sampai dijangkau Hendro Kartiko. Skor berubah menjadi 2-1.
Di menit-menit akhir laga, Persija masih terus menekan pertahanan tamunya demi mencari gol tambahan. Salah satu peluang yang tercipta datang dari pemain pengganti Bambang Pamungkas, yang lagi-lagi masih bisa diantisipasi kiper Arema.
Hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang, skor akhir laga bertahan di angka 2-1.
via Detiksport
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Persija naik ke posisi dua klasemen sementara Indonesia Super League dengan poin 17. Tim asal ibukota itu terpaut dua poin dari Persipura Jayapura yang masih duduk di posisi teratas.
Sementara buat Arema, kekalahan ini memaksa mereka turun satu anak tangga ke posisi tiga. Sang juara bertahan sudah mengumpulkan 14 poin dari delapan laga.
Jalan Pertandingan
Arema lebih dulu mengancam gawang Persija saat laga baru berjalan tujuh menit saat tandukan Pierre Njanka dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis kiper Hendro Kartiko.
Di beberapa menit berikutnya laga antara dua klub papan atas Indonesia itu berlangsung ketat. Baik ‘Macan Kemayoran’ maupun ‘Singo Edan’ bergantian membangun serangan meski tak satupun yang bisa berujung gol.
Tim tamu lagi-lagi membuang peluang bersih saat laga masuk menit 26. Berdiri di tiang jauh dan berhasil menanduk bola umpan crossing dengan sempurna, tandukan Noh Alamsyah ke gawang yang sudah kosong dimentahkan tiang gawang.
Di paruh kedua babak pertama Persija makin gencar membangun serangan. Melalui Aliyudin, Greg Nwokolo dan bahkan Ismed Sofyan, yang kerap maju ke depan, gempuran-gempuran terus datang ke arah kiper Kurnia Meiga.
Aliyudin nyaris membuat The Jak bersorak kegirangan saat umpan yang coba dia lepaskan dari sayap kanan justru mengarah ke gawang dan membentur mistar. Kejadian di menit 38 tersebut berlanjut semenit berselang melalui sepakan kaki kiri Ismed dari luar kotak penalti yang cuma menyasar sisi luar gawang.
Di menit akhir babak pertama Persija akhirnya membuka keunggulan. Menerima umpan dari tengah lapangan, Nwokolo melakukan sprint ke kotak penalti, dia sempat memperdaya seorang bek lawan sebelum melepaskan tendangan yang bersarang di dalam gawang. Persija unggul 1-0 saat turun minum.
Tiga menit babak kedua berjalan Nwokolo kembali menebar ancaman, sebuah upaya yang terbuang berkat kegemilangan kiper Arema.
Memasuki menit 67 Noh Alamsyah mensia-siakan kesempatan lain yang datang padanya. Berusaha me-rebound bola yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Hendro Kartiko, sepakan dia melayang jauh dari sasaran. Justru gawang Arema yang harus kebobolan lewat aksi Agu Casmir semenit berselang.
Menerima umpan lemparan ke dalam, dengan sangat tenang dia meliak-liuk melewati dua bek Arema di tepi kotak penalti. Saat tinggal berhadapan dengan kiper Kurnia dia melepaskan tendangan keras ke sudut sempit dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Arena akhirnya berasil memperkecil ketinggalan melalui Roman Chmelo. Dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan persija, tanpa kawalan dia melompat menanduk bola yang melambung ke dalam gawang dan tak sampai dijangkau Hendro Kartiko. Skor berubah menjadi 2-1.
Di menit-menit akhir laga, Persija masih terus menekan pertahanan tamunya demi mencari gol tambahan. Salah satu peluang yang tercipta datang dari pemain pengganti Bambang Pamungkas, yang lagi-lagi masih bisa diantisipasi kiper Arema.
Hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang, skor akhir laga bertahan di angka 2-1.
via Detiksport
Langganan:
Postingan (Atom)
