Bicara kasus suap PSSI di final leg 1 ajang AFF 2010 tidak akan ada ujung pangkalnya. Selama sumber berita tidak jelas, bersembunyi di balik nama dan identias samaran, semua itu hanyalah rumor. Ya, sekedar rumor biasa yang disampaikan melalui 'surat kaleng'.
Maman Abdurahman, central defender timnas Indonesia hanya menjawab: "No comment." saat diwawancarai TV one. Menarik memang untuk menanyai langsung pemain belakang timnas Indonesia. Lini belakang adalah bagian rawan kasus suap bila kita bicara dalam konteks pemain.
Memang sedikit mengherankan seorang Maman abdurahman yang kita kenal begitu lugas mengawal dan menjaga lini belakang timnas Indonesia bisa dengan'bodoh'nya menjadi penyebab striker Malaysia merebut bola yang akhirnya menciptakan gol ke gawang Indonesia. Mungkin Maman sedang 'pes' atau kehilangan konsentrasi.
Seperti banyak kita dengar. "Bola itu bundar." Jadi sangat bayak kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi hasil akhir pertandinagan. Jadi begitulah sepakbola! ita nikmati saja permainan beserta intrik-intriknya. Walaupun seorang Bambang Pamungkas berujar, akan lebih indah sepakbola bila tanpa adanya unsur politik dan sebagainya, kenyataan tidaklah begitu. Justru dengan adanya 'bumbu-bumbu' menjadikan sepakbola bahasan seru dari warung kopi tepi jalan sampai lobby hotel berbintang.
Pages
Tampilkan postingan dengan label Judi Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judi Bola. Tampilkan semua postingan
Rampant gambling mafia
NURDIN: "Saya pernah menangkap penyuap saat membawa timnas Sepakbola di Lebanon. Yang paling penting, saya tahu tekniknya menangkap penyuap. Makanya, saya memberikan kawalan khusus,"
Nurdin menyebutkan, salah satu gangguan faktor nonteknis adalah bandar judi Sepakbola. Nurdin mengklaim memiliki pengalaman menangani kasus seperti tersebut.
HARIES: Wah.. bisa runyam Sepakbola Indonesia kalau para mafia judi merajalela..
-----------------------
NURDIN: "I never catch the briber when you carry the football team in Lebanon. The most important thing, I know the technique captures briber. So, I give a special escort,"
Nurdin said, one of the disturbance is non-technical factors Bookies Football. Nurdin claims to have the experience to handle cases like these.
HARIES: Wow .. Indonesia Football can be worse if the rampant gambling mafia ..
Nurdin menyebutkan, salah satu gangguan faktor nonteknis adalah bandar judi Sepakbola. Nurdin mengklaim memiliki pengalaman menangani kasus seperti tersebut.
HARIES: Wah.. bisa runyam Sepakbola Indonesia kalau para mafia judi merajalela..
-----------------------
NURDIN: "I never catch the briber when you carry the football team in Lebanon. The most important thing, I know the technique captures briber. So, I give a special escort,"
Nurdin said, one of the disturbance is non-technical factors Bookies Football. Nurdin claims to have the experience to handle cases like these.
HARIES: Wow .. Indonesia Football can be worse if the rampant gambling mafia ..
Jual beli PSSI kepada bandar judi
Tidak hanya menuding oknum PSSI telah dengan tega membuat Indonesia kalah telak dari Malaysia 0-3, surat yang dikirimkan seseorang bernama Eli Cohen tersebut juga menuding sejumlah nama pejabat teras PSSI yang mendapatkan keuntungan dengan jumlah sangat besar dengan kekalahan Indonesia tersebut.
Surat kaleng yang dialamatkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditembuskan kepada Menteri Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, serta Ketua KONI yang menyebutkan sejumlah dugaan adanya praktik jual beli pertandingan timnas Indonesia yang dilakukan pejabat teras PSSI kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia mulai beredar luas di dunia maya.
Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya tudingan yang kejam. Bagaimana surat itu? Inilah surat tersebut.
From: eli cohen
Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700
To:; ;
Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia
Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta
Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.
Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.
Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).
Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.
Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.
Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.
Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.
Semoga Tuhan memberkati Negara ini.
Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak
Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI
Haries: Semoga tudingan surat kaleng tersebut tidaklah benar...namun siapa yang tahu??? :-)
Surat kaleng yang dialamatkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditembuskan kepada Menteri Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, serta Ketua KONI yang menyebutkan sejumlah dugaan adanya praktik jual beli pertandingan timnas Indonesia yang dilakukan pejabat teras PSSI kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia mulai beredar luas di dunia maya.
Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya tudingan yang kejam. Bagaimana surat itu? Inilah surat tersebut.
From: eli cohen
Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700
To:
Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia
Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta
Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.
Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.
Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).
Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.
Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.
Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.
Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.
Semoga Tuhan memberkati Negara ini.
Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak
Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI
Haries: Semoga tudingan surat kaleng tersebut tidaklah benar...namun siapa yang tahu??? :-)
Langganan:
Postingan (Atom)



