skip to main |
skip to sidebar
 |
|
Barcelona tidak salah pilih ketika merekrut Dani Alves. Pemain yang menjadikan Cafu sebagai role model tersebut berkontribusi membuat lini serang Azulgrana semakin menyeramkan.
Alves didatangkan ke Nou Camp Juli 2008. Barca harus merogoh kocek sebesar 23 juta poundsterling plus tujuh juga poundsterling yang bergantung pada penampilan bek Brasil itu bersama Barca. Angka tersebut menjadikan pria kelahiran 6 Mei 1983 sebagai pemain bertahan dengan nilai transfer termahal.
Meski berposisi bek kanan, Alves tidak jarang ikut maju membantu serangan. Bahkan dalam beberapa laga terakhir dia diplot mengisi barisan penyeranganThe Catalans.
Ini bukan kali pertama Barca memiliki seorang full back yang agresif dan bernaluri menyerang. Sebelumnya sempat ada Rife, Albert Ferrer, dan Juliano Beletti. Namun Alves mengatakan bahwa tiga nama itu bukanlah "panutannya".
Lalu siapa idolamu, Alves? "Cafu adalah referensi sekaligus idola saya," lugas Alves di situs resmi klub.
Alves mengatakan bahwa posisi menyerang ini ia dapatkan karena lawan Barca yang cenderung tampil menumpuk pemain di barisan pertahanan. "Apa yang terjadi adalah lawan kami adalah bermain hanya dengan satu orang di depan dengan beberapa pemain di tengah."
"Itu berarti pelatih harus mencari opsi lain untuk penyerangan dan saya beruntung bisa bermain di posisi lebih ke depan. Kita harus terus mencari sesuatu yang baru untuk mengejutkan lawan," tuntas dia.
Dengan posisi lebih menyerang, si "Penerus Cafu" sejauh ini telah mengemas dua gol bagi Barcelona sejauh ini, masing-masing satu di La Liga dan satu di Liga
Champions. Sedang musim lalu dia memberikan Barca tiga gol di seluruh kompetisi resmi. Ada pun di musim pertamanya bersama Blaugrana, Alves membukukan lima gol.(via detiksport, images by gettyimages)
 |
|
Pelita Jaya sangat siap menghadapi Arema FC. Pelita Jaya siap mengandalkan lini depan dengan permainan agresif saat bertandang di Stadion Kanjuruhan, Rabu (3/11/2010).
Menurut asisten pelatih Pelita Jaya FC Karawang I Made Pasek Wijaya menuturkan, timnya siap mempersiapkan lini depannya. Sedangkan Engelbert dkk dan Ramires sebagai penompang bola dari lini tengah telah matang dan bakal mampu menyibukkan barisan belakang tuan rumah.
"Kita andalkan lini depan, pada pertandingan besok," terangnya saat jumpa pers di Kantor Arema FC Jalan Sultan Agung, Selasa (2/11/2010), siang.
Namun diakuinya, Arema FC merupakan tim tangguh yang sulit untuk dikalahkan. Apalagi besok pertandingan digelar di kandang Arema. Meski demikian, Pelita tetap bertekad meraih poin, minimal menahan imbang juara bertahan Indonesia Super Liga (ISL).
Hasil imbang 2-2 melawan Persema Malang sebelumnya menjadi motivasi bagi pemain Pelita. "Strategi saat kita melawan Persema sangat baik, anak-anak mengikuti instruksi yang diberikan. Mudah-mudahan itu terjadi saat melawan Arema," tuturnya.
I Made Pasek juga menyinggung soal hadirnya pelatih baru bakal membawa Pelita Jaya FC hingga musim kompetisi ISL. Namun pada laga besok pelatih asal Serbia itu belum bisa mengawal Pelita Jaya FC. "Untuk besok belum bisa mendampingi tim, karena kita belum mendaftarkannya kepada BLI," ungkapnya.
Menurut I Made, Radovic kelahiran Serbia itu telah lama tinggal di Australia. Dan secepatnya memboyongnya ke tanah air. "Kini dia (radovic,red) berada di Australia, dan memang sudah lama tinggal disana," ujar I Made saat menguak jati diri sang pelatih.
Sementara Kubu Singo Edan julukan Arema FC tak mau gegabah dalam laga melawan Pelita Jaya, semangat tim yang tinggi dengan hasil imbang melawan Persema Malang perlu diwaspadai. "Kita perlu waspadai lini depan Pelita Jaya," aku Joko Susilo asisten pelatih Arema FC hadir dalam jumpa pers.
Joko menambahkan, kondisi tim lawan kini tengah euforia dengan hadirnya pelatih baru, yang mana hal itu dapat membangkitkan semangat tim. "Semangat tim lawan, akan berpengaruh pada pertandingan besok, dan kita tidak mau kalah akan hal itu," tegasnya.(via detiksport)
 |
|
Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa pilihannya menunjuk Nemanja Vidic sebagai kapten Manchester United adalah hal yang tepat. Pasalnya Vidic memiliki fisik yang prima untuk tampil di setiap laga.
Ferguson mulai memberikan ban kapten kepada bek Serbia itu sejak laga Community Shield. Ketika itu bek kelahiran 21 Oktober 1981 ditunjuk karena sejumlah pemain berhalangan.
Mulai pertengahan September, Fergie memastikan bahwa ban kapten melingkar di lengan Vidic hingga akhir musim.
Ferguson mengatakan bahwa keputusannya menunjuk Vidic merupakan sesuatu yang tepat. Pasalnya pemain yang bermukim di Old Trafford sejak 2006 itu memiliki kemampuan fisik yang prima.
"Untuk kapten, kami harus memilih pemain yang merasa fit dan siap tampil setiap pekan. Memang ini sulit ketika saya harus melakukan rotasi terhadap skuad. Kami menilai bahwa Vidic mendekati persyaratan tersebut. Selain itu dengan posisinya sebagai bek, saya berpendapat bahwa posisi itu membuat dia bisa lebih baik dalam menjalankan tugasnya," ujar Sir Alex dikutip dari situs resmi FIFA.(via detiksport, images by gettyimages)
 |
|
Hubungan Rafael Benitez dengan klub lamanya Liverpool boleh jadi memang renggang. Baru-baru ini Rafa menyerang manajer The Reds Roy Hodgson. Apa yang dikatakan pelatih Inter Milan itu?
Dalam jumpa pers jelang laga Liga Champions antara Inter kontra Tottenham Hotspur, Benitez menyempatkan diri untuk berbicara tentang mantan klubnya Liverpool. Kali ini Rafa membahas soal Roy Hodgson.
Kesempatan ini digunakan oleh pria asal Spanyol itu untuk membalas klaim Hodgson yang mengatakan bahwa Liverpool telah membayar mahal untuk sejumlah kesalahan yang terjadi di waktu lalu.
"Saya pikir Tuan Hodgson tidak memahami masalah yang dia hadapi. Di setiap konferensi pers keterangan yang dia berikan bahkan lebih buruk dibanding yang terakhir. Dia bicara soal hal yang tak dia ketahui," seru Benitez di BBC.
"Mungkin itu terjadi karena dia belum lama di Liverpool. Kami memberikan fans sebuah kebanggaan. Kami bertarung untuk fans, bertarung demi klub dan berjuang demi pemain-pemain kami. Mungkin dia tidak mengerti soal ini."
Eks arsitek Valencia itu juga membantah bahwa Hodgson mewarisi tim yang dalam kondisi terpuruk dari Benitez. "Dengan 10 juta poundsterling dibelanjakan, saya meninggalkan skuad yang bernilai 300 juta poundsterling dan 13 pemain internasional."
"Jadi daripada dia bicara tentang naik turunnya klub, dia sebaiknya konsentrasi saja dengan pekerjaannya, melakukan yang terbaik dan tidak bicara tentang level pemainnya atau level pemain baru yang dia punya," ujar pelatih 50 tahun itu.
"Konsentrasi, lakukan yang terbaik, karena itu semua merupakan hal yang terbaik untuk klub dan suporter," tuntas dia.(via detiksport, images by gettyimages)
 |
|
Kabar bagus menyambangi Chelsea. Gelandang andalannya, Frank Lampard, dikabarkan sudah pulih dan bisa dimainkan melawan Liverpool akhir pekan ini.
Lampard absen sejak September silam karena berada dalam proses penyembuhan operasi hernia. Sejak saat itu ia absen dalam membela Chelsea di beberapa laga penting, salah satunya kala menghadapi Arsenal di Premier League.
Tapi pekan ini Lampard diungkapkan manajer Carlo Ancelotti sudah berlatih bersama rekan-rekannya. Ia memang tak akan disertakan dalam laga melawan Spartak Moskow di Liga Champions, tapi ia bisa bermain menghadapi Liverpool di Anfield.
"Lampard sudah berlatih dengan tim pekan ini. Saya pikir, dia belum siap untuk laga besok (melawan Spartak Moskow), tapi dia akan siap untuk laga selanjutnya di Premier League melawan Liverpool," ucap Ancelotti di Daily Mail.
Di sisi lain, Liverpool diragukan bisa diperkuat oleh Joe Cole. Eks gelandang Chelsea itu mengalami cedera hamstring ketika melawan Bolton akhir pekan lalu. Imbasnya, Cole dikabarkan harus beristirahat setidaknya selama 10 hari.
(via detiksport, images by getty images)
Tinggal setengah tahun lalu kontrak Ronaldinho di Milan berakhir. Bos besar klub tersebut, Silvio Berlusconi mengisyaratkan keinginannya untuk memberi durasi baru untuk pemain asal Brasil itu.
Berlusconi mengatakan hal itu untuk menanggapi isu bahwa Milan belum menawari Dinho perpanjangan kontrak, padahal kesepakatan mereka akan habis pada Juni mendatang.
"Akankah ada sebuah perpanjangan kontrak? Saya rasa begitu. Ya. Belum lama ini kami membicarakannya," ujar pemilik Milan yang juga perdana menteri Italia itu dalam situs resmi tim.
Mantan pemain terbaik dunia tiga kali itu sedang menjalani musim ketiganya dalam balutan kostumRossoneri. Di musim ini, walaupun dinilai mulai membaik performanya, ia belum mencetak gol.
Di dua musim pertamanya di Milan, pemain berusia 30 tahun itu mengoleksi 25 gol di semua kompetisi.
(via detiksport, images by getty images)
Di awal musim Juventus kurang diunggulkan dalam kompetisi perebutan Scudetto. Kemenangan atas AC Milan menegaskan kalau target dari pekerjaanBianconeri adalah menguasai kembali Seri A.
Dibanding Inter Milan yang berstatus juara bertahan dan AC Milan yang melakukan pembelian besar, Juventus agak tertepikan dalam perbincangan kandidat juara Seri A. Hasil yang didapat 'Si Nyonya Tua' musim lalu plus tak adanya belanja signifikan yang dilakukan jadi dasar asumsi tersebut.
Apalagi Alessandro Del Piero mengawali kompetisi dengan kekalahan atas Bari dan berlanjut saat ditundukkan Palermo di kandang sendiri. Meski begitu Juventus justru selalu bisa meraih poin dalam lawatan ke seteru besarnya, diawali dengan hasil 0-0 di kandang Inter dan disambung dengan kemenangan 2-1 saat menyambangi Milan.
"Katakan saja kalau kami kini berada di jalur yang tepat. Masih banyak yang harus dilakukan, tapi skuad ini telah berusaha dengan keras. Ini musim yang menarik. Lazio sementara adalah tim terbaik. Mereka menjalani start dengan hebat, yang masih belum pasti," analisa Luigi Del Neri terhadap performa anak didiknya di sembilan pekan pertama kompetisi.
Meski kini masih tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen, mantan pelatih Sampdoria itu menyimpan keyakinan kalau skuadnya kini punya potensi besar untuk bersaing jadi juara. Meraih Scudetto adalah landasan yang digunakan Juventus untuk membangun tim saat ini.
“Kami sedang bekerja untuk mewujudkan hal tersebut (Scudetto). Dalam hal mental, kami setara dengan tim lain. Ada banyak antusiasme yang bisa tumbuh di dalam tim, untuk memberikan banyak hal buat sepakbola Italia, kepada fans, kepada semua orang karena mereka layak mendapatkannya," tuntas Del Neri di Football Italia.
(via detiksport)