Pages
Tampilkan postingan dengan label Haries Idea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haries Idea. Tampilkan semua postingan
Peluang Indonesia di Pra Olimpiade
Peluang timnas Pra Olimpiade Indonesia semakin berat, tetapi bukannya sudah tertutup untuk melankah lebih lanjut di ajang Olimpiade.
Ada catatan khusus saat laga vs Turkmenistan di leg pertama tempo hari 23/02/2011. Pola permainan sang arsitek Indonesia (Ridle) cukup bisa diacungi jempol, walau kualitas skill individu masih banyak kelemahan.
Posisi sayap yang diandalkan Ridle menjadi pola serangan utama timnas Indonesia terlihat pincang. Dendy Santoso yang selalu bermain lugas di posisi sayap kanan saat di Arema FC terkesan demam panggung. Posisi lapangan tengah sudah sangat menjanjikan dengan perforwa Hendro Siswanto dan Egi. Kualita Okto memang tidak perlu diragukan, Ridle hanya perlu menemukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi Okto.
Yang menjadi perhatian publik sepakbola Indonesia adalah skill pendobrak seorang Titus Bonay. Namun timnas Indonesia membutuhkan striker dengan kemampuan finishing yang lebih baik. Yongki punya potensi, namun masih butuh jam terbang dan ketenangan saat di area 12 pas.
Mungkin laga leg kedua di Turkmenistan Ridle perlu memasukkan striker timnas dari ajang LPI. Andik Vermansyah patut diduetkan dengan Irfan Bachdim ataupun Titus Bonay.
Pemain naturalisasi berdarah Indonesia juga merupakan langkah tepat mengingat mereka sudah terbiasa bermain di iklim dan lawan dengan posteur tubuh 'ala' Eropa nya timnas Turkmnistan.
Setelah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, dan Joey Suk dipertimbangkan, kini menyusul Lilipaly yang langsung bertolak dari Belanda demi kesempatan mengenakan seragam Indonesia.
Apalagi bila kisruh PSSI tidak membuat kiprah Irfan Bachdim di timnas terhenti, Indonesia akan jauh lebih kuat untuk mengalahkan Turkmenistan.
Walau pelung cukup sulit untuk menang 3 gol tanpa balas atau selisih gol lebih banyak, peluang masih tetap ada :-D
Ditengah carut marutnya dunia sepakbola Indonesia (PSSI) mari tetap dukung timnas Indonesia.
Ada catatan khusus saat laga vs Turkmenistan di leg pertama tempo hari 23/02/2011. Pola permainan sang arsitek Indonesia (Ridle) cukup bisa diacungi jempol, walau kualitas skill individu masih banyak kelemahan.
Posisi sayap yang diandalkan Ridle menjadi pola serangan utama timnas Indonesia terlihat pincang. Dendy Santoso yang selalu bermain lugas di posisi sayap kanan saat di Arema FC terkesan demam panggung. Posisi lapangan tengah sudah sangat menjanjikan dengan perforwa Hendro Siswanto dan Egi. Kualita Okto memang tidak perlu diragukan, Ridle hanya perlu menemukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi Okto.
Yang menjadi perhatian publik sepakbola Indonesia adalah skill pendobrak seorang Titus Bonay. Namun timnas Indonesia membutuhkan striker dengan kemampuan finishing yang lebih baik. Yongki punya potensi, namun masih butuh jam terbang dan ketenangan saat di area 12 pas.
Mungkin laga leg kedua di Turkmenistan Ridle perlu memasukkan striker timnas dari ajang LPI. Andik Vermansyah patut diduetkan dengan Irfan Bachdim ataupun Titus Bonay.
Pemain naturalisasi berdarah Indonesia juga merupakan langkah tepat mengingat mereka sudah terbiasa bermain di iklim dan lawan dengan posteur tubuh 'ala' Eropa nya timnas Turkmnistan.
Setelah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, dan Joey Suk dipertimbangkan, kini menyusul Lilipaly yang langsung bertolak dari Belanda demi kesempatan mengenakan seragam Indonesia.
Apalagi bila kisruh PSSI tidak membuat kiprah Irfan Bachdim di timnas terhenti, Indonesia akan jauh lebih kuat untuk mengalahkan Turkmenistan.
Walau pelung cukup sulit untuk menang 3 gol tanpa balas atau selisih gol lebih banyak, peluang masih tetap ada :-D
Ditengah carut marutnya dunia sepakbola Indonesia (PSSI) mari tetap dukung timnas Indonesia.
PSSI harus rekrut Gayus
Haries:Sepak terjang PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola Indonesia selalu menuai kritik.
Bahkan media Inggris mengomentari cara pemberian bonus timnas AFF dengan memberi uang secara tunai dalam dus.
Namun tidak ada yang namanya 100% salah atau gagal dalam sepak terjang PSSI. Buktinya prestasi timnas yang menampilkan perfoma meningkat harus diakui adalah hasil kerja PSSI. Walau banyak kalangan yang menilai bila diurus dengan benar prestasi timnas tentunya akan jauh lebih baik.
Nah, kenapa Gayus perlu direkrut PSSI???
Berita pembinaan tim S.A.D. Indonesia di Uruguay banyak yang berdecak kagum dengan talenta yang dimiliki Indonesia. Dari Emerson, Zidane sampai Ian Rush. Bahkan Syamsir Alam yang sekarang sudah resmi milik Penarol FC sebelumnya diminati klub-klub Eropa, termasuk klub Liga Inggris. Namun masalah paspor Eropa yang menjadi kendala Syamsir Alam sulit untuk bermain di kompetisi Liga sepakbola Eropa.
PSSI bisa saja mengundang Gayus untuk mencari solusi masalah pasport, mengingat Gayus diyakini mempunyaikeahlian diatas rata-rata mengenai pasport. :-)
Salam sepakbola Indonesia
Bahkan media Inggris mengomentari cara pemberian bonus timnas AFF dengan memberi uang secara tunai dalam dus.
Namun tidak ada yang namanya 100% salah atau gagal dalam sepak terjang PSSI. Buktinya prestasi timnas yang menampilkan perfoma meningkat harus diakui adalah hasil kerja PSSI. Walau banyak kalangan yang menilai bila diurus dengan benar prestasi timnas tentunya akan jauh lebih baik.
Nah, kenapa Gayus perlu direkrut PSSI???
Berita pembinaan tim S.A.D. Indonesia di Uruguay banyak yang berdecak kagum dengan talenta yang dimiliki Indonesia. Dari Emerson, Zidane sampai Ian Rush. Bahkan Syamsir Alam yang sekarang sudah resmi milik Penarol FC sebelumnya diminati klub-klub Eropa, termasuk klub Liga Inggris. Namun masalah paspor Eropa yang menjadi kendala Syamsir Alam sulit untuk bermain di kompetisi Liga sepakbola Eropa.
PSSI bisa saja mengundang Gayus untuk mencari solusi masalah pasport, mengingat Gayus diyakini mempunyaikeahlian diatas rata-rata mengenai pasport. :-)
Salam sepakbola Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)



