Pages
Tampilkan postingan dengan label Players spot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Players spot. Tampilkan semua postingan
Budaya di Indonesia paling berbeda
AMARAL: "Dari semua negara yang pernah saya kunjungi, di sini yang saya rasakan budayanya paling berbeda. Tapi saya menikmatinya."
"Orang-orang di sini membuat sup mata ayam, minum darah ular, dan bahkan saya diajak mencicipi daging kelawar. Saya bilang, saya takkan memakan Batman di sini [tertawa]."
"Saya tidak takut. Tapi yang membuat saya sedikit takut adalah bangun setiap pagi dan berhadapan dengan gunung berapi. Rumah saya hanya dua kilometer dari gunung berapi. Saya bilang ke sepupu saya, Vanderlei [yang menemaninya di Manado], kalau ada letusan yang harus dilakukan adalah membawa saya pergi dari sini."
"Fans Brasil baru bereaksi kalau timnya juara atau bahkan kalah sama sekali. Tidak di sini. Mereka sangat bersemangat. Mereka sangat ramah kepada saya jika bertemu di jalan dan meminta berfoto bersama. Pemain dari tim lain pun meminta berfoto bersama saya."
"Gaji yang saya dapat di sini sebenarnya bisa juga didapat di Brasil, tapi tak berarti apapun dengan peluang ini. Saya bisa rasakan perbedaan di Indonesia gaji tidak terlambat, sedangkan bermain di klub kecil Brasil Anda hanya dibayar sekali dan tiga bulan kemudian tertunggak."
Salah satu portal berita terkemuka Brasil, Lancenet, memberi perhatian khusus kepada Liga Primer Indonesia (LPI). Media on-line Negeri Samba itu mengangkat kisah marquee player LPI, Amaral, ke dalam artikelnya.
Mau Dribling secepat Messi?
MESSI: “Sepatu ini sangat ringan, ketika menggunakan adizero, rasanya seperti memiliki kulit kedua di kaki.”
“Saya bermain di sebuah pemainan yang mengandalkan teknik tinggi. Sehingga semakin saya merasa dekat dengan bola dan tanah, maka semakin baik permainan saya dan semakin cepat juga saya dalam mengecoh lawan.”
Messi yang membawa Barcelona juara Liga Champions 2008/2009 dengan menggunakan sepatu F50i keluaran adidas.
adidas selaku apparel olahraga terkemuka dunia kembali merilis sebuah sepatu yang diklaim dapat membantu seorang atlet berlari lebih cepat. Sepatu terbaru keluaran pabrikan Jerman ini diberi nama, adizero.
Performa adalah kunci dari adizero, walaupun terlihat minimalis secara struktur dan penampilan, namun bantalan penyangga, proteksi, kenyamanan, dan area yang rentan
adidas selaku apparel olahraga terkemuka dunia kembali merilis sebuah sepatu yang diklaim dapat membantu seorang atlet berlari lebih cepat. Sepatu terbaru keluaran pabrikan Jerman ini diberi nama, adizero.
My Dream come true!
Safee Sali: "Impian saya bermain di luar daripada Malaysia terutama di Indonesia. Bagi saya bermain di Indonesia merupakan penghargaan yang bagus. Saya pun boleh menjalankan persahabatan dengan Indonesia."
Keputusan Safee berlabuh di Pelita Jaya tidak terlepas dari adanya keterikatan emosi dengan Indonesia. Bahkan, ia tidak menampik, bermain di Indonesia merupakan salah satu impian top scorer Piala AFF 2010 itu.
Safee memiliki misi mulia di balik keputusannya bermain di Indonesia. Pemain yang telah dikarunia dua putri tersebut berharap kedatangannya bisa meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.
Liga Indonesia merupakan liga se[akbola rangking * Asia dan liga terbaik di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Keputusan Safee berlabuh di Pelita Jaya tidak terlepas dari adanya keterikatan emosi dengan Indonesia. Bahkan, ia tidak menampik, bermain di Indonesia merupakan salah satu impian top scorer Piala AFF 2010 itu.
Safee memiliki misi mulia di balik keputusannya bermain di Indonesia. Pemain yang telah dikarunia dua putri tersebut berharap kedatangannya bisa meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.
Liga Indonesia merupakan liga se[akbola rangking * Asia dan liga terbaik di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Klub Eropa incar sejumlah pemain Indonesia
FIGO: “Jika ada kesempatan yang datang, ambil. Tidak hanya untuk dia (Okto), namun pemain lainnya juga. Walau bukan awal, 20 tahun bukan akhir karir pesepakbola. Dia harus berusaha mengembangkan permainannya. Akan lebih bagus lagi jika bergabung dengan klub Eropa,” ujar Figo.
“Tapi tidak akan mudah untuk bermain di Eropa, banyak hambatannya. Paling penting adalah dia harus menyiapkan mental dan stamina. Di bulan pertama akan terasa sangat berat, karena jauh dari keluarga, dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.”
Ketika menghadiri kegiatan 'Indonesia Menggiring Bola' Figo mengatakan, harapan untuk bermain di Eropa bagi Oktovianus tidak tertutup bila pemain itu mau terus mengasah kemampuannya.
Haries: Bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan akan banyak pemain Indonesia yang akan bermain di kompetisi liga Eropa.
Berikut daftar pemainIndonesia yang layak bermain di kompetisi liga Eropa:
1. Boaz Salossa (24): tiga musim terakhir Boaz menjadi target transfer klub Jepang dan Belanda
2. Syamsir Alam (18): Striker masa depan Indonesia yang sekarang bermain bersama Penarol, klub elit liga Uruguay.
3. Muhammad Haq (18): Attacking full back yang mempunyai masa depan cerah bersama Penarol.
4. Christiantoko (18): Mendapat julukan Roberto Carlos Indonesia dari para pengamat sepakbola di Uruguay. Banyak klub Uruguay berminat merekrutnya.
5. Oktovianianus Maniani (20): Reporter ESPN menilai Okto layak bermain di Eropa. Dijuluki juga sebagai Ryan Giggs nya Indonesia.
6. Andik Vermansyah (18): Pelatih asing LPI menilai permainan Andik tipikal Lionel Messi.
7. Irfan Bachdim (22): Striker andalan Indonesia yang menjadi bulan-bulanan kebijakan Nurdin Halid
8. Syaffarizal Mursalin Agri (16): Qatar serius menaturalisasi menjadi pemain timnas Qatar
9. Dendi Santoso (19): Winger berbahaya Arema FC
10. Kurnia Meiga (20): Penjaga gawang peraih predikat pemain terbaik ISL
11. Rachmat Latief (23): Stopper PSM yang mendapat apresiasi Ridle(pelatih timnas Indonesia)
12. Irvin Museng (18): Top scorer Danone Cup, sempat menimba ilmu di Ajax Amsterdam
Masih banyak talenta muda berbakat yang dimiliki Indonesia. Belum lagi jebolan IFA pimpinan Iman Arif yang akan secara rutin mengirim lulusan terbaik berlatih di Leicester City.
Belum lagi bakat sepakbola anak-anak Papua yang mempunyai talenta diatas rata-rata pesepakbola di Indonesia. Beberapa pesepakbola muda Papua sedang menjalani program pembinaan di Genoa, Italy.
Pemda Aceh tidak tanggung-tanggung diberitakan menuai hasil positif dengan program pembinaan pesepakbola usia dini ke Paraguay.
Jangan lupakan juga prestasi Indonesia sebagai Juara dunia ACMilan World Cup, mematahkan tradisi Milan Cup yang selalu dijuarai tim Italy. Eryanto (14) dinobatkan sebagai pemain terbaik, Kapten terbaik dalam Turnamen tersebut bahkan mendapat julukan Maldini Junior.
Bravo sepakbola Indonesia!
“Tapi tidak akan mudah untuk bermain di Eropa, banyak hambatannya. Paling penting adalah dia harus menyiapkan mental dan stamina. Di bulan pertama akan terasa sangat berat, karena jauh dari keluarga, dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.”
Ketika menghadiri kegiatan 'Indonesia Menggiring Bola' Figo mengatakan, harapan untuk bermain di Eropa bagi Oktovianus tidak tertutup bila pemain itu mau terus mengasah kemampuannya.
Haries: Bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan akan banyak pemain Indonesia yang akan bermain di kompetisi liga Eropa.
Berikut daftar pemainIndonesia yang layak bermain di kompetisi liga Eropa:
1. Boaz Salossa (24): tiga musim terakhir Boaz menjadi target transfer klub Jepang dan Belanda
2. Syamsir Alam (18): Striker masa depan Indonesia yang sekarang bermain bersama Penarol, klub elit liga Uruguay.
3. Muhammad Haq (18): Attacking full back yang mempunyai masa depan cerah bersama Penarol.
4. Christiantoko (18): Mendapat julukan Roberto Carlos Indonesia dari para pengamat sepakbola di Uruguay. Banyak klub Uruguay berminat merekrutnya.
5. Oktovianianus Maniani (20): Reporter ESPN menilai Okto layak bermain di Eropa. Dijuluki juga sebagai Ryan Giggs nya Indonesia.
6. Andik Vermansyah (18): Pelatih asing LPI menilai permainan Andik tipikal Lionel Messi.
7. Irfan Bachdim (22): Striker andalan Indonesia yang menjadi bulan-bulanan kebijakan Nurdin Halid
8. Syaffarizal Mursalin Agri (16): Qatar serius menaturalisasi menjadi pemain timnas Qatar
9. Dendi Santoso (19): Winger berbahaya Arema FC
10. Kurnia Meiga (20): Penjaga gawang peraih predikat pemain terbaik ISL
11. Rachmat Latief (23): Stopper PSM yang mendapat apresiasi Ridle(pelatih timnas Indonesia)
12. Irvin Museng (18): Top scorer Danone Cup, sempat menimba ilmu di Ajax Amsterdam
Masih banyak talenta muda berbakat yang dimiliki Indonesia. Belum lagi jebolan IFA pimpinan Iman Arif yang akan secara rutin mengirim lulusan terbaik berlatih di Leicester City.
Belum lagi bakat sepakbola anak-anak Papua yang mempunyai talenta diatas rata-rata pesepakbola di Indonesia. Beberapa pesepakbola muda Papua sedang menjalani program pembinaan di Genoa, Italy.
Pemda Aceh tidak tanggung-tanggung diberitakan menuai hasil positif dengan program pembinaan pesepakbola usia dini ke Paraguay.
Jangan lupakan juga prestasi Indonesia sebagai Juara dunia ACMilan World Cup, mematahkan tradisi Milan Cup yang selalu dijuarai tim Italy. Eryanto (14) dinobatkan sebagai pemain terbaik, Kapten terbaik dalam Turnamen tersebut bahkan mendapat julukan Maldini Junior.
Bravo sepakbola Indonesia!
They will play in Europe
IMAM ARIF: "For the club, I thought I would use English or Dutch line to recruit them. If it is difficult because of visa or passport, then I will send it to Belgium. They will play in Europe to gain a better competitive climate and competitive, "
Deputy Head of the Technical Board of the National Team (BTN) Imam Arif said, Irfan Bachdim and Oktovianus Maniani projected to play in England or the Netherlands. The goal for both players are getting a better climate of competition and competitive.
Deputy Head of the Technical Board of the National Team (BTN) Imam Arif said, Irfan Bachdim and Oktovianus Maniani projected to play in England or the Netherlands. The goal for both players are getting a better climate of competition and competitive.
I was so motivated to perform optimally
OKTO: "When considering the family in Papua, I was so motivated to perform optimally. Therefore, I am sure they would watch the television screen."
"I like to Riedl, the way he trains and how he motivates the team. So that makes the condition on the team is really conducive."
"That's what I like from a foreign coach. They're really professional. Rield will lose players who are ready and have the quality though still minimal experience and young age. He did not look at fame a player."
"I like to Riedl, the way he trains and how he motivates the team. So that makes the condition on the team is really conducive."
"That's what I like from a foreign coach. They're really professional. Rield will lose players who are ready and have the quality though still minimal experience and young age. He did not look at fame a player."
Bepe is a good ball supplier for the senior national team

LUGANO: "About a good player in the Indonesian national team, I see the player number 20. Bait-bait very fast, and maybe he's not at its best. But he had trouble me, "said Lugano in his statement to reporters.
Regarding the front row of Indonesia, Lugano assess, Red and White team players have speed. It's just that speed had declined although eventually appear again before the game was over.
According to Lugano, Bepe is a good ball supplier for the senior national team.
Indonesia's defense is good enough in the first round

Suarez: "Indonesia's defense is good enough in the first round. I had trouble, because they play disciplined. But in the second round of Indonesia to play an open, exposing the loose. "
On that occasion, Suarez also gave the players enter the back of the senior national team for a better future.
"I saw the defender concentration decreases. Defender should further enhance kosentrasinya, "said Suarez.
Luis Suarez admitted quite difficult to break through the senior national team goalkeeper when he Celeste crush Indonesia 7-1 at the Senayan Stadium, Jakarta, on Friday [8 / 110].
Langganan:
Komentar (Atom)






